Ilustrasi Upah Minimum Kabupaten (UMK)
loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Pemerintah Kabupaten OKU Timur saat ini sedang melakukan pembahasan mengenai rencana kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Hingga awal November 2017, pemerintah belum bisa memastikan besaran kenaikan UMK yang akan diberikan kepada buruh-buruh perusahaan yang ada di OKU Timur. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Idhamto Dipl Ing, Msi ketika dikonfirmasi Selasa (31/10/2017).

Menurut Sekda, belum ditentukannya besaran kenaikan UMK  disebabkan karena saat ini pemerintah sedang menunggu pedoman pengupahan baik hasil survey BPS maupun pedoman inplasi ekoniomi. Menurutnya, kenaikan UMK setiap tahun selalu terjadi dan dipastikan tahun 2018 mendatang kenaikan akan kembali terjadi. Namun untuk besarannya, dia mengaku belum bisa memastikan karena masih menunggu hasil inflasi ekonomi dan survey BPS sebagai pedoman dalam menaikkan UMK tersebut.

“Masih menunggu pedoman. Kemudian kita akan meminta bagaimana petunjuk pemerintah Provinsi mengenai besaran UMK tersebut. Setelah itu baru bisa ditentukan berapa kenaikannya dengan pedoman-pedoman yang ada,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kabupaten OKU Timur Suyanto ketika dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya sudah membetuk dewan pengupahan yang akan mengkaji jumlah UMK yang akan dibayarkan sesuai dengan kondisi dan inplasi ekonomi saat ini.

Dewan Pengupahan tersebut kata dia, akan mengajukan jumlah UMK kepada Bupati setelah melakukan pengkajian apakah ada kenaikan atau tidak. Setelah bupati menyetujui apa yang telah diajukan oleh dewan pengupahan, maka akan disinkronkan antara upah untuk pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.