Sejumlah pelajar SMK N di Martapura Terjaring Razia Sat pol PP
loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Sebanyak delapan pelajar SMK Negeri 1 Martapura, Kabupaten OKU Timur diamankan Anggota Sat Pol PP yang sedang berpacaran sambil berkaraoke di Taman Tani Mardeka Martapura, Rabu (1/11/2017) sekitar pukul 10.00 siang.

Sayangnya, dari delapan pelajar yang kepergok tidak masuk sekolah tersebut hanya enam yang yang berhasil diamankan dan diberikan pengarahan oleh petugas.

Sedangkan dua rekannya berhasil melarikan diri dengan meninggalkan tas sekolahnya di lokasi. Para pelajar yang terjaring razia tersebut ditangkap dengan menggunakan pakaian sekolah lengkap.

“Bahkan ada diantaranya yang sedang asik berpacaran saat petugas kita tiba di lokasi,” ungkap Kasat Pol PP OKU Timur Drs Vikron Usman MM melalui Kabid Penegak Peraturan Daerah (PPD) Edwar saat dikonfirmasi.

Selanjutnya kata dia, keenam orang pelajar tersebut langsung didata dan dilaporkan kepada Kepala sekolah yang bersangkutan dengan harapan agar pihak sekolah dapat memberikan pembinaan kepada siswanya.

“Harapan kita kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini. Anak sekolah adalah generasi penerus bangsa. Jadi kita berharap agar mereka lebih giat belajar. Dan kepada pihak sekolah diharapkan agar bisa lebih memperhatikan dan mendisiplinkan siswanya,” ungkapnya.

Dikatakan Edwar pada kesempatan itu juga pihaknya melakukan razia di sejumlah warnet namun tidak ditemukan adanya pelajar maupun pegawai yang terjaring.

Hanya saja, saat razia di pasar dan Tugu Tani Martapura anggota Sat Pol PP berhasil mengamankan 12 orang pegawai yang keluyuran saat jam kerja tanpa membawa surat rekomendasi dari masing-masing atasan.

“Untuk 12 pegawai yang kedapatan keluyuran saat jam kerja terdiri dari tujuh orang PNS dan lima orang tenaga kerja sukarela (TKS). para pegawai yang terjaring razia tersebut langsung disidang di tempat dan membuat surat pernyataan, apabila terjaring lagi maka yang bersangkutan akan diserahkan ke inspektorat dan BKD,” katanya.

Menurut Edwar, pihaknya kerap kali memberikan himbauan kepada seluruh pegawai agar membawa surat rekomendasi pimpinan saat berada diluar kantor terutama pada jam kerja.

Razia tersebut kata dia, dilaksanakan dalam rangka menegakkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tentang disiplin pegawai.

Sementara Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Martapura Ribut Setiadi ketika dikonfirmasi sempat membantah dan tidak mengetahui adanya siswa SMK Negeri 1 Martapura yang terjaring razia Sat Pol PP.

Namun setelah melihat seragam sekolah SMK Negeri 1 Martapura, dirinya membenarkan bahwa pelajar yang terjaring tersebut adalah anak didiknya.

“Setelah kami konfirmasi guru piket, memang ada beberapa anak tadi terlambat datang ke sekolah dan pintu gerbang sudah ditutup jadi mereka tidak bisa masuk sekolah. Mungkin diantaranya adalah anak yang terjaring razia,” katanya.

Berdasarkan peraturan sekolah kata dia, siswa yang belum masuk setelah pukul 07.15, maka pintu gerbang akan tutup tanpa terkecuali. Sehingga siswa yang terlambat berarti tidak bisa masuk.

“Untuk anak yang bolos dan kedapatan razia tersebut pasti akan kita berikan sanksi,” tegasnya.

Sumber: Sriwijaya Post