Ilustrasi Lakalantas

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Angka kecelakaan lalulintas yang terjadi di Kabupaten OKU Timur hingga Oktober tahun 2017 mengalami penurunan dari dibandingkan tahun 2016 lalu. Selain penurunan angka lakalantas, terjadi juga penurunan jumlah korban baik meninggal dunia maupun luka berat.

Kapolres OKU Timur, AKBP Irsan Sinuhaji SIK melalui Kasat Lantas AKP Sukamto dikonfirmasi Minggu (12/11/2017) mengatakan, angka Lakalantas tahun 2017 secara keseluruhan mengalami penurunan hingga 50 persen dibandingkan tahun 2017 lalu.

“Angka Lakalantas di OKU Timur sepanjang tahun 2016 sebanyak 37 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 54 orang, luka berat sembilan orang dan korban luka ringan sebanyak 25 orang. Sedangkan kerugian material selama tahun 2016 mencapai Rp. 190 Juta,” katanya.

Sedangkan pada tahun 2017 hingga bulan Oktober jumlah lakalantas sebanyak 19 kasus, dengan rincian korban meninggal sebanyak 11 orang, luka berat dan luka ringan masing-masing sebanyak sembilan orang. Sedangkan untuk kerugian material yang terjadi mencapai Rp. 115 Juta.

“Artinya mengalami penurunan secara drastis baik dari jumlah lakalantas, jumlah korban hingga jumlah kerugian material,” katanya.

Menurut Sukamto, lakalantas di OKU Timur didominasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat jenis pribadi. Sementara, untuk penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas pada tahun 2017 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk daerah rawan terjadinya lakalantas kata dia, terdapat di wilayah Desa Baturaja Bungin, Kecamatan Bunga Mayang, dan jalan lingkar Martapura yang disebabkan oleh kondisi jalan yang selain sempit juga tidak ada marka serta lampu penerangan jalan.

“Kalau di jalan lingkar, lakalantas disebabkan oleh jalan yang mulus dan lurus sehingga menyebabkan pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya menyebabkan kecelakaan,” katanya.