anggota Polsek Cempaka ketika dirawat di RSUD Kayuagung (kiri) tersangka yang berhasil ditangkap (kanan)

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Aksi kawanan perampok bersenjata (Grandong, red) di Kabupaten OKU Timur kian berani. Selain tega menembak dan membunuh korbannya, para pelaku juga tidak segan menggunakan senjata api untuk melawan petugas yang berusaha menangkap mereka untuk proses hukum atas apa yang telah mereka lakukan.

Seperti yang dialami oleh Brigadir Tri Guntoro SH (30) anggota polsek Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur tersebut terpaksa dibawa ke rumah sakit Kayuagung Kabupaten OKI karena menderita luka tembak dibagian punggungnya akibat Senjata Api yang ditembakkan oleh pelaku yang berusaha melarikan diri ketika akan ditangkap Rabu (15/11/2017) di Kecamatan Cempaka.

Berdasarkan informasi yang diterima kabarokutimur.com tertembaknya Brigadir Tri berawal ketika tujuh orang personil Polsek Cempaka melakukan penangkapan terhadap pelaku grandong di Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur atas nama Juntak.

Ketika personil Polisi tersebut melakukan penggerebekan di rumahnya, tersangka langsung melarikan diri melalui pintu belakang. Polisi yang mengetahui pelaku melarikan diri kmemudian melakukan pengejaran saat personil Polsek Cempaka berusaha mengejar pelaku, terdengar suara ledakan senjata api yang mengenai punggung Brigadir Tri.

Menyadari dirinya terkena tembakan pelaku, anggota Polisi tersebut kemudian langsung kembali ke halaman rumah dan memberitahukan dirinya kepada personil lain bahwa dirinya tertembak oleh tersangka Juntak.

Rekan Brigadir Tri kemudian langsung membawanya ke klinik terdekat untuk diberikan pertolongan.

“Benar ada baku tembak antara Polisi Polsek Cempaka dengan pelaku yang berusaha memberikan perlawanan. Saat ini personiol polisi tersebut sudah mendapat perawatan intensif. Polisi yang melakukan pengejkaran berhasil menangkap tersangka atas nama Arif (27) warga Kangkung Ilir,” ungkap sumber yang meminta namanya tidak dituliskan seraya mengatakan,m saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan yang juga merupakan buron kasus pencurian dengan kekerasan atau grandong.