Halaman Utama Harian Umum Sriwijaya Post Jumat (17/11/2017)

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Kawanan Grandong yang telah menembak Brigadir Tri Guntoro menghilang di Aliran Sungai Komering Kecamatan Cempaka ketika petugas Polisi Polsek Cempaka melakukan penggerebekan di rumah milik Juntak yang merupakan komplotan pelaku curas Rabu (15/11/2017) sekitar pukul 14.00.

Sebelum berhasil melarikan diri, kawanan Juntak tersebut berhasil melukai petugas dengan senjata api yang tepat mengenai punggung Brigadir Tri Guntoro anggota Polsek Cempaka. Polisi berhasil menangkap satu rekan Juntak atas nama Arif  (27) warga Desa Kangkungilir, Kecamatan Semendawai Barat yang diduga merfupakan komplotan Juntak dalam melakukan aksi perampokan.

Informasinya Kamis (16/11/2017) dari Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji melalui Kasat Reskrim AKP Faisal P Manalu mengatakan, penembakan terhadap Brigadir Tri oleh kawanan perampok berawal ketika polisi Polsek Cempaka mendapat laporan adanya aksi perampokan dengan ciri-ciri yang mengarah pada Arif dan Agus Lebos yang diduga bersembunyi di kediaman Juntak.

Polisi yang menduga pelakunya adalah Arif dan Agus Lebos yang merupakan kawanan Juntak kemudian melakukan pengejaran di kediaman Juntak di Desa Ulak baru, kecamatan Cempaka. Ketika melakukan penggerebakan di rumah Juntak, para pelaku yang berjumlah lima orang kemudian melarikan diri melalui pintu belakang.

Polisi yang mengetahui pelaku kabur kemudian langsung melakukan pengejejaran dan beberapa persoil lainnya berjaga di halaman depan rumah pelaku. Brigadir Tri Guntoro yang ikut serta mengejar kemudian mendengar suara tembakan yang ternyata tembakan tersebut mengenai dirinya.

Menyadari dirinya tertembak dibagian punggung, Brigadir Tri kemudian langsung kembali ke halaman rumah dan melaporkan kepada rekannya bahwa dirinya tertembak. Mengetahui rekannya tertembak, polisi kemudian langsung membawanya ke klinik terdekat. Namun karena klinik terdekat tidak sanggup, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit Kayuagung untuk mengeluarkan proyektil untuk kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Sedangkan beberapa anggota lainnya yang melakukan pengejaran kehilangan jejak ketika tiba di Aliran Sungai Komering. Para pelaku diduga kabur dan melompat ke aliran Sungai Komering untuk menghindari petugas polisi yang mengejarnya.

Namun dalam pengejaran tersebut polisi melihat Arif berlari ke arah lain berusaha melarikan diri. Polisi yang melihat Arif kemudian langsung mengejarnya dan melepaskan tembakan yang tepat mengenai kakinya.

“Kemungkinan si Arif ini tidak bisa berenang sehingga berusaha mencari jalan lain untuk melarikan diri. Polisi mengejarnya dan melepaskan tembakan hingga pelaku berhasil ditangkap. Saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap kawanan Juntak,” jelasnya.

Sementara tersangka Arif ketika diwawancarai di Mapolres OKU Timur mengaku tidak pernah terlibat dalam aksi perampokan yang dilakukan oleh kawanan Juntak. Dirinya mengaku hanya berperan sebagai penjual sepeda motor hasil curian rekan-rekannya saja.

“Setiap berhasil menjual satu sepeda motor saya dikasih Rp. 50 Ribu. Saya tidak pernah ikut melakukan perampokan,” kilahnya.

Arif mengaku terakhir kali dirinya menjual sepeda motor jenis Honda Revo milik korban Feri Atmaja yang dijualnya seharga Rp. 1.7 Juta yang dijualnya di daerah peninjauan kabupaten OKU dan daerah Kotanegara.

Arif juga dengan tegas membantah bahwa bukan dirinya yang menembak Brigadir Tri Guntoro yang saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara.

“Senjata yang ada pada saya bukan punya saya. Itu punya teman Juntak. Saya hanya memegang saja,” kilahnya.

Kronologis Penembakan:

  1. Polisi polsek Cempaka mendapat Laporan ada warga kena begal Rabu (15/11/2017) sekitar pukul 09.00. dan menyebutkan ciri-ciri pelaku.
  2. Polsek yang melakukan penyelidikan kemudian Menduga mengenal pelaku dengan ciri-ciri yang disebutkan korban adalah Juntak.
  3. Tujuh orang personil polisi kemudian mendatangi rumah Juntak untuk melakukan penangkapan.
  4. Setibanya di rumah Juntak. Ternyata ada lima orang yang lari melalui pintu belakang.
  5. Polisi yang mengetahui para pelaku kabur kemudian melakukan pengejaran dan beberapa personil berjaga di halaman rumah.
  6. Melihat Polisi mengejar Juntak kemudian melepaskan tembakan yang repat mengenai punggung Brigadir Tri Guntoro.
  7. Tri Handoko yang menyadari terkena tembakan kemudian kembali ke halaman rumah dan memberitahukan diriny tertembak.
  8. Rekan Tri kemudian membawanya ke klinik terdekat kemudian dirujuk ke RS Kayuagung dan RS Bhayangkara Palembang.
  9. Polisi yang melakukan pengejaran akhirnya berhasil menangkap Arif yang merupakan rekan Juntak.

Sumber: HU Sriwijaya Post; edisi Jumat (17/11/2017) halaman 1