Tahun 2017, Angka Kecelakaan Turun Tetapi Nilai Kerugian Materinya Meningkatkan

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Selama tahun 2017 tingkat angka kecelakaan yang terjadi di OKU Timur mengalami penurunan yang cukup drastis, jika dibandingkan dengan hasil catatan laporan tahun 2016. Penurunan ini juga terjadi pada data laporan korban lakalantas, baik yang meninggal dunia maupun luka berat dan luka ringan.

Hal itu dikatakan oleh Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji melalui Kasat Lantas AKP Sukamto ketika dikonfirmasi Kamis (4/1/2018). Menurutnya, meski angka kecelakaan dan korban lakalantas mengalami penurunan, akan tetapi kerugian materi yang disebabkan lakalantas justru mengalami peningkatan cukup tinggi.

Angka kecelakaan lalulintas yang terjadi sepanjang tahun 2017, kata Kasat, secara jumlah persentase keseluruhan turun mencapai 75 persen apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2016, angka kecelakaan lalu lintas di OKU Timur tercatat sebanyak 37 kasus dengan rincian korban meninggal dunia 34 orang, luka berat 9 orang dan korban luka ringan 25 orang. Sedangkan, untuk kerugian material selama tahun 2016 mencapai Rp 190 juta,” katanya.

Terhitung sejak Januari sampai dengan 31 Desember 2017 jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi tercatat ada sebanyak 25 kasus. Dengan rincian korban meninggal dunia 18 orang, luka berat 12 orang dan luka ringan masing-masing tercatat sebanyak 15 orang dan kerugian material diketahui mencapai Rp 211,9 juta.

“Kecelakaan lalu lintas ini sendiri lebih di dominasi oleh kendaraan roda dua dan mobil pribadi. Sementara, untuk upaya penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas di tahun 2017 diketahui mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, mengenai beberapa titik ruas jalan yang sering kali terjadi kecelakaan lalulintas dalam wilayah Kabupaten OKU Timur, yakni berada berada di daerah Desa Baturaja Bungin, Kecamatan Bunga Mayang, dan jalan lingkar Martapura.

“Karena kondisi jalan di kawasan Baturaja Bungin, memang sempit dan tidak ada marka serta lampu penerangan jalan. Kalau jalan lingkar, karena jalannya mulus lurus menyebabkan pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi,” tambahnya.