Lagi, Satnarkoba Polres OKU Timur Ringkus Dua BD Sabu

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Langkah serius anggota Satnarkoba Polres OKU Timur dalam upaya memberantas pelaku pengedar Narkoba serta memepersempit ruang peredarannya kembali membuahkan hasil. Hal ini dapat dibuktikan dengan kembali berhasil diringkusnya dua bandar (BD) narkoba jenis sabu di wilayah Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur.

Identitas masing-masing dua tersangka bandar sabu tersebut diketahui bernama April (45), warga Dusun Peni Desa Argo Mulyo, Kecamatan Belitang III dan Hendri (30), warga Dusun Solo, Desa Sidomulyo Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur. Yang berdasarkan catatan laporan kepolisian yang tertulis dalam LP/A-02/I/2018/Sumsel/Res. OKU Timur, 6 Januari 2018.

Saat dikonfirmasi, Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji melalui Kasat Narkoba AKP Firniyanto mengatakan, penangkapan terhadap dua tersangka bermula dari informasi masyarakat sekitar yang mengaku resah akan sering adanya transaksi narkoba yang dilakukan para tersangka. Usai menerima informasi tersebut, pihaknya segera berupaya melakukan penyelidikan dan akhirnya dapat meringkus dua tersangka yang ketika itu tengah menimbang narkoba jenis sabu dikediaman tersangka April.

“Hari ini anggota berhasil meringkus dua tersangka saat menimbang narkoba jenis sabu di rumah tersangka April. Berhasil diringkusnya kedua tersangka ini setelah anggota melakukan penyelidikan berkat informasi dari masyarakat setempat,” katanya, Sabtu (06/01/2018).

Selain berhasil meringkus dua tersangka, lanjut Kasat, anggota juga berhasil menemukan sejumlah barang bukti dari hasil penggeledahan didalam rumah tersangka April berupa puluhan paket kecil sabu seberat 5,02 gram dan berikut alat hisap.

“Adapun BB yang berhasil kita temukan dari tangan tersangka yakni 23 paket kecil sabu, satu unit timbangan digital dan satu bal plastik klip bening yang diduga untuk membungkus setiap paket sabu,” lanjutnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Kedua tersangka kini digelandang ke Mapolres OKU Timur dan dikenakan pasal 112 dan 114 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.