Salah satu pabrik beras di Kecamatan Belitang. Harga beras terus mengalami kenaikan akibat menipisnya stok ditingkat petani.

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Harga beras di Kabupaten OKU Timur awal tahun 2018 mengalami kenaikan cukup signifikan. Hal itu disebabkan karena menipisnya stok gabah dari tingkat petani yanh biasa dijual kepada pabrik dan tengkulak untuk dipasarkan kembali ke masyarakat.


Menurut Wibowo (25) salah satu petani di Kecamatan Belitang Jumat (12/1/2018) mengatakan, saat ini hanya sebagian petani yang memiliki stok gabah untuk digiling ke penggilingan sedangkan sebagian yang lain sudah tidak menyimpan stok padi lagi untuk digiling. Habisnya stok tersebut menyebabkan meningkatnya harga beras karena mulai habisnya stok beras petani.

“Harga beras dari tingkat petani kepada pabrik saat ini sudah mencapai Rp 9.000 per Kilogram. Pabrik menjual kembali ke tengkulak naik menjadi Rp 9.500 per Kilogram,” katanya.

Tingginya harga beli tengkulak dari pabrik kata dia, tentu saja membuat harga beras kembali mengalami kenaikan saat dipasarkan kepada masyarakat sesuai dengan jarak tempuh. Untuk wilayah OKU Timur sendiri harga beras per Kilogram saat ini mencapai hingga Rp. 10 Ribu hingga 11 Ribu per kilogram. Kemungkinan kata dia untuk keluar OKU Timur harga beras sudah mengalami kenaikan terlebih beras yang dijual berasal dari kabupaten OKU Timur.

“Penyebab kenaikan beras karena stok habis dan masa panen sekitar pertengahan Februari nanti. Jadi dalam satu bulan terakhir kemungkinan harga beras akan terus mengalami kenaikan karena terus menipisnya stok yang ada,” katanya.

Namun kata Wibowo, kemungkinan penurunan harga beras meskipun musim panen tiba pertengahan Februari nanti tidak terlalu signifikan mengingat pada musim tanaman saat ini cukup banyak tanaman padi petani yang diserang hama dan gulma yang mengancam kegagalan panen.

“Mudah-mudahan tidak berpengaruh pada stok beras kita sehingga harga bisa mengalami penurunan. Namun bagi petani harga beras tinggi adalah harapan sehingga petani bisa lebih makmur,” katanya.

Sementara Ani, salah satu pedagang di Pasar Martapura, ketika ditemui mengaku kenaikan harga beras sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir yang disebabkan oleh mulai langkanya pasokan beras dikalangan petani. Namun kata dia, dengan naiknya harga beras tersebut petani harusnya gembira karena bisa meningkatkan penghasilan.

“Namun sayangnya petani tidak bisa menikmati kenaikan harga beras karena mereka terlebih dahulu sudah menjual hasil panen ketika baru selesai panen. Jadi ketika pasokan beras mulai menipis petani yang mestinya menikmati tingginya harga beras justru harus menderita karena harus ikut membeli,” jelasnya.

Menurut Ani, harga beras hingga akhir Februari kemungkinan akan terus mengalami kenaikan mengingat saat ini musim panen masih cukup lama karena sebagian petani masih ada yang baru melakukan penggarapan dan penanaman.