loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Kepolisian Resor Kabupaten OKU Timur berhasil menangkap pelaku kasus dugaan pemerkosaan terhadap korban DA (17), Warga Desa Nusa Tunggal, Kecamatan Belitang III.

Menurut hasil catatan laporan pihak kepolisian yang tertulis dalam LP-B/02/I/2018/Sumsel/OKUT tanggal 07 Januari 2018, Pelaku berinisial FO (18). Pelaku yang tercatat sebagai warga Desa Cahaya Mas Kecamatan Mesuji OKI. Pelaku Tersangka FO dijemput anggota Unit PPA  di rumah neneknya yang berada di Desa Kalirejo BK 24 Belitang II, pada  Minggu (7/1). Sedangkan  korban diperiksa seminggu setelah kejadian.

Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji, SIK, MH melalui Kasat Reskrim AKP Faisal P Manalu didampingi Kanit PPA Aiptu Agus Suprapto, pada  Senin (15/1), mengatakan peristiwa ini terjadi pada Sabtu (16/12) sekitar pukul 13.00 Wib Desa Nusa Jaya Kecamatan Belitang III.

“Saat ini tersangka sedang kita periksa untuk proses hukum lebih lanjut. Korban sempat pendarahan dikemaluan karena robek tiga jahitan dan harus dirawat di rumah sakit,” katanya.

Sementara itu, tersangka Fo (18) mengatakan, antara dia dan DA tidak pacaran namun hanya berteman. Selain itu dia dan DA ini termasuk dalam kelompok berteman sehingga mereka sering ketemu dan ngobrol. Karena sering ngobrol DA lalu suka kepadanya dan beberapa kali mengajak dirinya melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

“Kami memang ada kelompok berteman, anggotanya siswa dari beberapa SMA. Karena sering ketemu dengan DA lalu DA suka kepada saya. Awalnya DA yang menjanjikan kepada saya untuk melakukan hubungan intim,” terangnya.

Lanjut tersangka, dia juga mengaku sudah dua kali melakukan hubungan badan dengan DA. Perbuatan itu dilakukan karena suka sama suka. Ketika melakukan hubungan badan yang pertama korban sudah tidak gadis lagi.

“DA sendiri mengaku sebelumnya pernah melakukan hubungan badan dengan orang lain,” tambahnya.

Selain itu, biasanya sebelum mereka kumpul ada pemberitahuan di grup WA kelompok mereka. Saat melakukan hubungan badan ada teman yang berada di ruang depan di rumah salah satu teman mereka di  Desa Nusa Jaya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.