Tercyduk… Modus Penipuan Oknum Honorer Ditangkap Bareskrim

KABAROKUTIMUR.COM |OKU TIMUR – Anggota Bareskrim Mabes Polri berhasil meciduk tersangka Hariyanto (34) yang diduga melakukan aksi penipuan dengan menggunakan Media Sosial (Medsos). Modus Hariyanto sebagai penyedia jasa seks online via medsos. Tersangka merupakan honorer di Kecamatan Belitang Mulya. Tersangka tercatat sebagai warga Desa Petanggan RT 5 RW 2 Kecamatan Balitang Mulya, Kabupaten OKU Timur.

Tersangka  berhasil ditangkap oleh anggota kepolisian pada  Selasa (23/1/2018), dengan nomor laporan tertulis pada LP 107/1/2018/Bareskrim tgl 23 Januari. Surat perintah penangkapan No SP.Kap/19/I/2018/Dittipitsiber ditandatangani Kombes Asep Safrudin.

Ditangkap berdasarkan Pasal 45 ayat 4 Jo pasal 27 ayat 4 dan atau pasal 45 B Jo pasal 29 UU No 19 tahun 2016. Tentang perubahan UU no 11 tahun 208 tentang ITE dan atau pasal 369 KUHP dan atau lagi pasal 335 ayat 2 KHUP. Yang diduga dikakukan oleh pemilik, pengguna, pengelola akun twiter atas nama “OpenBooking @MellaAnne.

Diduga tersangka mencari mangsa dengan menjanjikan untuk kencan. Setelah korban mentransfer uang. Namun tersangka tidak menepati janji dan menghindar. Karena itu tersangka dilaporkan korban ke polisi.

Ditangkapnya tersangka oleh polisi membuat gempar warga desa tempat tersangka berdomisili. Terlebih keluarga korban sangat terkejut dan sama sekali tidak menyangka. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kini tersangka digelandang di Bareskrim Mabes Polri guna proses hukum lebih lanjut.

Sementara Camat Belitang Mulya Sarino SE, membenarkan jika ada stafnya yang ditangkap anggota Bareskrim Mabes Polri pada Selasa (23/1/2018) sekitar pukul 16.00 WIB di rumahnya setelah pulang dari kerja.

“Namun saya tidak tahu apa kasusnya tapi oleh online-online,”ungkapnya.

Sarino menambahkan, pagi sebelum ditangkap Hariyanto masih masuk kantor dan berkerja. Dalam  kesehariannya Hariyanto dikenal sebagai sosok pribadi yang pendiam namun rajin berkerja.

“Banyak yang tidak menyangka jika yang bersangkutan ditangkap polisi,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda OKU Timur, Idhamto menegaskan jika terbukti melanggar hukum, pihaknya akan memberhentikan. Namun melihat dulu proses hukumnya

“Jika terbukti melanggar hukum kita berhentikan tapi kita lihat dulu proses hukumnya. Karena kita belum mengetahui secara pasti apa kasus yang menimpa yang bersangkutan,” ujar Sekda OKU Timur H Drs Idhamto.