Akibat Pembangunan Rel Ganda Sejumlah Perlintasan Sulit Dilewati

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Pelaksanaan pembangunan rel kereta api ganda atau double track di wilayah Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur sudah berjalan dengan lancar tanpa ada permasalahan yang berarti. Namun sebelumnya sempat terganjal permasalahan pembebasan lahan.

Menurut Camat Martapura H Faisal SKM, MM ketika dikonfirmasi pada Kamis (25/1/2018) mengatakan, sebelumnya memang ada permasalahan antara warga dengan PT KAI. Terutama tentang masalah pembebasan lahan. Namun masalah itu bisa diselesaikan dengan musyawarah sehingga tidak menjadi kendala.

Pihak PT KAI selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Contohnya jika akan ada pertemuan dengan masyarakat untuk menyelsaikan masalah PT KAI selalu berkoordinasi dengan pemerintah terutama perintah kecamatan,ujarnya.

“PT KAI selalu koordinasi dengan kita sehingga kita mengetahui perkembangan pembangunan double track,” katanya.

Lanjut Faisal, selama pembangunan tidak merugikan masyarakat pasti akan didukung karena tentunya pembangunan itu untuk kepentingan masyarakat. Diharapkan dengan dibangunnya double track ini akan bermanfaat bagi masyarakat.

“Tentukan ada tujuan dari sebuah pembangunan sehingga selama tidak merugikan masyarakat kita dukung,” imbuhnya.

Sedangkan di tempat terpisah, Humas PT KAI Sub Drive IV Tanjung Karang, Pranoto mengatakan, yang membangun double track itu pemerintah PT KAI hanya membantu. Sejauh ini pembangunan berjalan lancar tidak ada kendala.

“Sebelum dilakukan pengerjaan terlebih dahulu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan pembangunan ini,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang warga Martapura yang tidak bersedia disebutkan namanya mengaku memang pembangunan double track sempat mengganggu kelancaran lalu lintas. Terutama saat pengerjaan di pintu perlintasan di Jalan Merdeka. Namun demikian setelah pengerjaan di titik itu rampung sekarang lalu lintas lancar. Dan juga ia mengeluhkan ada perlintasan yang relnya lebih tinggi sehingga sulit untuk dilintasi.

“Sangat disayangkan saat ini masih banyak perlintasan yang tidak memiliki pintu pengamanan sehingga rawan kecelakaan. Selain itu ada perlintasan yang sulit dilintasi karena kondisinya yang kurang bagus contohnya perlintasan yang di Tebat Sari sehingga sangat membahayakan pengendara yang melintas,” keluhnya.