Sejumlah warga saat melakukan panen bersama Bupati OKU Timur HM Kholid MD dan Unsur Muspida
loading...

MESKIPUN memiliki luas lahan pertanian tidak sebanding dengan Kabupaten Banyuasin atau hanya seperempat luas lahan pertanian sawah di Banyuasin, namun dengan pengairan dan pengelolaan pertanian yang baik, OKU Timur mampu menjadi kabupaten lumbung pangan terbesar di Sumsel setelah Banyuasin. Hal itu diungkapkan Bupati OKU Timur HM Kholid MD saat menghadiri panen padi bersama di Kecamatan Buay Madang Timur Senin (29/1/2018) bersama Forum Komunikasi Perangkat Daerah (Forkominda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sejumlah masyarakat.

Bupati dan Wakil Bupati

Dalam kegiatan panen bersama tersebut, hadir juga Dandim 0403 Letkol Armed Agung Widodo, Kajari Kabupaten OKU Timur, Kasi Produksi Badan Pusat Statistik Jupni Amnus, Kepala Dinas Pertanian Ruzuan Effendi, Camat Buay Madang Timur Marius Markus, Kepala Desa Tanjung Mulya M Fakehudin, Ketua Kelompok Tani Gemah Ripah Ishak serta turut disaksikan juga seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat.

Menurut Kholid, kelebihan dari Kabupaten OKU Timur dibandingkan dengan kabupaten lain disebabkan karena didukung adanya bendungan irigasi dan sawah tadah hujan. Dengan adanya fasilitas pengairan irigasi teknis yang telah diatur sedemikian rupa maka membuat OKU Timur selalu surplus setiap tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD bersama Masyarakat ketika melakukan panen padi bersama

Dikatakan Kholid, tahun 2018 diharapkan OKU Timur mampu melampaui hasil panen sebelumnya sehingga bisa mengembalikan kedulatan pangan nasional dan tentunya jika kebutuhan pangan sudah tercukupi pemerintah tidka perlu lagi melakukan impor beras untuk mencukupi kebutuhan.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD bersama Masyarakat ketika melakukan panen padi bersama

“Dukungan dan peran serta petani yang sudah bekerja sangat baik akan mampu menuai hasil panen yang melimpah dan bisa mengembalikan kedaulatan pangan sehingga tidak ada masa peceklik yang membuat petani mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan,” katanya.

Sejumlah warga saat melakukan panen bersama Bupati OKU Timur HM Kholid MD dan Unsur Muspida

Sedangkan untuk beras organik kata dia, luas lahan pertanian yang mendapatkan sertifikat juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya dengan jumlah kelompok tani yang mengalami peningkatan menjadi enam kelompok tani.

Aliran irigasi tekhnis yang mengairi ribuan Hektare lahan pertanian sawah termasuk pertanian organik

“Untuk luas tanam pertanian organik saat ini sudah mencapai 66,8 Hektare (Ha) dengan harapan kita akan mampu memenuhi kebutuhan pasar akan makanan sehat tanpa campuran bahan kimia,” terangnya. (adv).