loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Guru yang tidak lulus Pendidikan Latihan Pengembangan Guru (PLPG) yang dilakukan beberapa waktu lalu di Universitas Sriwijaya (Unsri) kini telah mengikuti Ujian Tulis Nasional (UTN). Peserta ujian terdiri dari guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK yang berasal dari Kabupaten se – OKU Raya (OKU, OKU Timur dan OKU Selatan) yang berjumlah 311 orang. Pelaksanaan ujian berlangsung lima hari dimulai dari hari Jumat (2/2/2018) sampai Selasa (6/2/2018) di gedung lab SMK YIS Martapura.

Menurut tim teknis yang juga dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumsel, Andi yulian mengatakan, karena proses pelaksanaan UTN sudah didukung dengan sarana dan prasarana yang sudah teruji juga didukung tempat yang nyaman dan lahan parkir yang luas, maka membuat semua peserta dapat mengerjakan soal dengan tenang. Sehingga, selama pelaksanaan UTN yang berlangsung lima hari ini, tidak ada kendala dan berjalan dengan lancar.

“Dari Jum’at lalu hingga hari ini alhamdulillah tidak ada kendala dalam pelaksanaan UTN ini, baik dari jaringan internet maupun PLN tidak ada kendala, namun pihak panitia juga sudah menyiapkan genset untuk antisipasi,” katanya.

Andi juga menerangkan, dalam pelaksanaan UTN ini ada pembagian sesi. Setiap satu sesi peserta yang masuk hanya 21 orang saja. Selanjutnya bergantian sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

“Dalam satu hari ada tiga sesi pelakasanaannya, mengingat waktu yang di butuhkan dalam satu sesi sekitar dua jam lebih,” terangnya.

Sementara itu, kepala SMK YIS Martapura Drs. Tasman, MM melalui wakil Kepala Sekolah Lukmatul Arif mengungkapkan, meskipun pihak sekolah hanya memfasilitasi pelaksanaan UTN ini, namun pihak sekolah tentu sangat bangga, karena telah menjadi pelaksana kegiatan ini.

“Alhamdulillah syukur dari awal pelaksanaan hingga hari terakhir ini tidak ada kendala, walaupun dihari pertama ada sedikit kendala pemadaman PLN sebentar, tapi ini tidak berpengaruh pada pelaksanaan karena kita sudah menyiapkan jenset,” ungkapnya.

Pihaknya juga berharap, kedepan pihak sekolah juga mampu menyediakan sarana dan prasarana yang lebih baik lagi meskipun dengan biaya yang terbilang cukup terbatas ini. Serta ia juga berharap kepada pemerintah agar dapat memberikan bantuan untuk perawatan fasilitas.

“Tentu kedepan kita pihak sekolah akan menyiapkan fasilitas yang lebih baik lagi, baik dari menyediakan sarana dan prasarana maupun kebutuhan lainnya. Dan harapan kita kepada pemerintah jika ada bantuan untuk perawatan fasilitas agar dapat diberikan, mengingat sekolah kita merupakan sekolah swasta jadi biaya perawatan untuk fasilitas juga terbatas,” harapnya.