loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Keberadaan Orang Gila (Orgil) yang kerap melemparkan batu serta tidur dipinggir jalan membuat tidak nyaman pengguna jalan serta membuat resah masyarakat sekitar. Hal itu membuat warga melaporkan kepada instansi terkait. Berdasarkan laporan masyarakat tersebut maka Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) mengambil tindakan penertiban.

Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) pada Kamis (8/2/2018) sekitar pukul 09.00 WIB melakukan aksi penertiban dan berhasil mengamankan dua Orgil yang telah meresahkan masyarakat. Penangkapan kedua Orgil ini dilakukan didua tempat berbeda tepatnya di jalan Kota Baru Barat dan Kota Baru Selatan, Kecamatan Martapura.

“Penertiban ini berdasarkan laporan dari masyarakat terkait adanya orang gila yang beberapa hari ini sering mengganggu aktivitas masyarakat. Keberadaan orgil tersebut membuat keresahan dan mengganggu kenyamanan masyarakat,” kata Kepala Satuan (Kasat) Pol- PP Vikron Usman melalui Kabid Trantif Deka Yanuar didampingi Danton Dalmas Rohim SE. Kamis (8/2/2018).

Lanjut Rohim, setelah melakukan penangkapan pihaknya menyerahkan ke Dinas Sosial Kabupaten OKU Timur untuk segera ditindaklanjuti. Untuk kedepannya pihaknya akan gencar melakukan penertiban agar dapat memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

“Apabila ada laporan dari masyarakat kami akan segera menindak lanjuti agar dapat memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.” imbuhnya

Sementara itu, Bambang Trijono, S.E. MM. Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU Timur melalui Kabid Rehabilitasi Sosial Marwan, S.E. MM, mengatakan berdasarkan Mou bahwa yang bertugas melakukan penangkapan adalah Satpol pp, setelah itu kedua orgil ini akan dibawa ke pondok Darul islah atau yang lebih dikenal dengan pondok hasim, yang berlokasi di Labuhan Batin Kecamatan BP Peliung Kabupaten OKU Timur, untuk segera dilakukan perawatan.

“Untuk penertiban serta penangkapan orgil itu dari pihak Satpolpp. Setelah penangkapan orgil tersebut langsung dibawa ke pondok Darul Islah yang sudah bekerjasama dengan Dinas Sosial,” ujarnya.

Marwan menambahkan, pihaknya sudah mengusulkan penyediaan tempat bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Dirinya juga berharap agar kedepannya nanti dapat dibangun tempat penampungan serta sarana dan prasarana pendukung agar dapat menunjang pelaksanaan pelayanan PMKS.

“Kita sudah berupaya mengusulkan untuk penyediaan tempat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) namun saat ini belum terealisasi. Kami harap kedepan nanti dapat tersedia tempat penampungan PMKS,” harapnya.