Antisipasi Bencana Harus Dilakukan Sejak Dini

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Dalam upaya penanggulangan bencana dengan bergerak cepat, bertindak tepat, terarah, terarah, terpadu, tanguh, teruji, dan profesional dalam bingkai kebersamaan. BPBD OKU Timur melakukan Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Bencana tahun 2018. Kegiatan apel ini dilaksanakan di halaman Pemkab OKU Timur, Kamis (15/2/2018).

Dalam sambutannya Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi yang dibacakan oleh assisten I Setda OKU Timur, Dwi Supriyanto Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologi.

“Mulai hari ini mari kita bangun komitmen bermitra dan bekerjasama dalam upaya pencegahan bencana banjir, kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung dan tanah longsor di Kabupaten OKU Timur,” katanya.

Kemudian lanjutnya, pencegahan dan penanganan pengendalian bencana merupakan tanggung jawab semua pihak. Upaya pengendalian akan berhasil secara optimal apabiladi dukung oleh peran serta yang konstruktif dan komitmen yang kuat dari dari semua pihak, TNI/Polri, Dinas Terkait, Pemerintah Kecamatan, unsur swasta, dan masyarakat, yang dilakukan secara solid serius dan koordinatif di barengi oleh kepatuhan kita semua terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya mengharapkan dan menghimbau semua pihak untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam pengendalian bencana di Kabupaten OKU Timur. Setiap pihak harus solid, serius dan koordinatif di barengi oleh kepatuhan kita semua terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku,” imbuhnya.

Sementara itu, Dandim 0304 OKU, Letkol Arm Agung W menyampaikan meski Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) di Kabupaten OKU Timur, pada 2017 mengalami penurunan hingga 29 persen dari tahun sebelumnya. Namun, pada 2018 diprediksi kemarau akan lebih kering dari tahun sebelumnya, dan kemungkinan Karhutlah akan semakin besar.

Maka dari itu, Agung mengingatkan, agar jangan menganggap sepele Karhutlah, dan masyarakat harus meninggalkan budaya membuka lahan dengan cara dibakar. Karena seluruh tindakkan pembakaran lahan akan ditindak tegas.

“Kebakaran lahan dan bencana potensinya sangat tinggi, antisipasinya harus dilakukan sejak dini. Saat ini memang belum musim kemarau, namun tentunya harus tetap waspada. Kita akan mendirikan pos-pos pantau di berbagai wilayah, dan mengorganisir seluruh komponen masyarakat untuk peduli terhadap bahaya kebakaran,” terangnya.