Masa Kecil Putri Terengut Oleh Cerebral Palsy

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Putri Wulandari (11) anak ke 4 dari pasangan ibu Sopiah dan Mawartin yang beralamat di Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Belitang 2, Kabupaten OKU Timur. Kerena keterbatasan biaya dia hanya dirawat di rumah oleh keluarganya. Awalnya Putri mengalami ‘step’ atau demam tinggi yang biasa terjadi pada balita. Namun, bedanya mengalami ‘step’ berulang kali dalam beberapa bulan.

Orang tuanya terkejut tiba-tiba Putri jatuh kejang dan dibawa ke rumah sakit Martapura. Dari sana Putri divonis terkena Cerebral Palsy (CP). Waktu itu CP yang diderita Putri dampaknya menjadi lemas, lunglai, syaraf otaknya tidak mampu mengendalikan organ tubuhnya.

Menurut Mawartin, ayah dari Putri Wulandari mengatakan, penyakit yang diderita anak keempatnya ini sudah sejak 10 tahun lalu atau pada saat berusia satu tahun. Putri terkena penyakit tersebut sejak umur 1 tahun, dan kini usia putri telah menginjak 11 tahun. Saat itu, kondisi tubuh anaknya semakin hari semakin mengecil, bahkan saat ini hanya tinggal kulit dan tulang.

“Awalnya sebelum sakit, anak saya mengalami panas tingggi dan kejang-kejang. Tapi saya sudah berusaha mengobatinya, tapi seiring waktu tubuh anak saya semakin mengecil. Kata dokter, anak saya menderita sakit Cerebral Palsy,” katanya dengan raut wajah sedih.

Dirinya juga mengaku, meski hanya bekerja sebagai buruh tani, tapi telah melakukan berbagai cara untuk kesembuhan anaknya, dan belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah.

”Kami belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah, dan saya memang tidak meminta bantuan karena malu,” ujarnya.

Cerebral Palsy (CP) adalah penyakit yang menyerang syaraf otak. Singkatnya orang yang terkena penyakit ini mengalami gangguan pusat kendali organ tubuh. Sehingga otak tidak dapat mengirim perintah yang seharusnya pada organ tubuh.

Tubuh Putri kurus kering, beratnya hanya 6,6 kilogram di usia 11 tahun. Semua orang yang melihat tak mampu membayangkan, betapa tangguhnya jiwa kecil dalam raga yang menderita itu. Putri yang mungil seolah berkata, bahwa ia tak akan kalah oleh sakit.

Kondisi Putri pun kini memprihatinkan, bentuk tubuh Putri tidak lazim, kepalanya mendongak ke atas seperti ada yang menarik kepalanya ke belakang. Dan sedihnya sendi-sendinya menjadi kaku, hampir tak bisa digerakkan. Maka Putri yang manis kepalanya terus mendongak kaku. Lebih sedih lagi tulang belakang Putri melengkung sementara tulang pinggangnya menonjol, hampir seperti hendak menembus kulit ari.

Sedihnya, posisi melengkung tulang belakang Putri tak lagi bisa dibetulkan begitu saja. Akibatnya gadis kecil yang cantik ini tidak bisa tidur dalam posisi telentang atau pun telungkup. Putri harus tidur menyamping kaku, akibatnya terjadi iritasi pada bagian pinggang selama bertahun tahun.

“Kondisinya benar-benar menyedihkan. Sulit membayangkan bahwa hal ini terjadi pada Putri gadis kecil 11 tahun yang seharusnya sedang asyik bermain dan sekolah dengan lincahnya,” ungkap Fenus Antonius Ketua Komisi IV DPRD OKU Timur, saat menjenguk Putri di RSUD Gemawang, Kamis (15/2/2018).

Lanjut Fenus, hal ini terjadi sudah lama dan belum dapat bantuan dari dinas terkait. Setelah dirinya mengetahui dari kabar beberapa rekan wartawan, dirinya langsung menghubungi Dinas Kesehatan agar segera di rawat.

“Alhamdulillah adek kita sudah dirawat di RSUD Gumawang, dan terima kasih kepada awak media yang sudah berperan aktif mengumpulkan dana untuk membantu. Hanya dengan waktu satu jam terkumpul lima juta rupiah itu sangat hebat, semoga dana itu bermanfat bagi Putri, ” kata Fenus dengan nada sedih dan terharu. Dalam kesempatan itu, Fenus juga memberikan bantuan uang kepada orang tua Putri.

Fenus juga menambahkan, dirinya akan memanggil dinas terkait untuk meminta keterangan kejadian ini. Ia juga menyampaikan seharus Dinas terkait bertindak cepat jangan sampai baru ada laporan baru bertindak.

“Mengapa hal ini sangat lambat menanganinya, setelah ribut media sosial baru bergerak membantu. Kita dengar tadi kata orang tua Putri belum ada bantuan satupun dari dinas terkait, ini tidak boleh terjadi lagi ke depannya,” tambahnya.