KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Padamnya listrik sejak pukul 08.30 WIB hingga hampir seharian tak kunjung juga menyala, mengakibatkan masyarakat OKU Timur khususnya Martapura pada Selasa (20/2/2018) resah. Hal tersebut juga membuat pengusaha yang usahanya berhubungan langsung dengan listrik ini mengeluh lantaran mengalami kerugian.

Menurut Edi, salah seorang pemilik usaha fotocopy di wilayah Martapura mengatakan, listrik padam sejak pagi sehingga usaha yang dijalankannya tidak bisa beroperasi. Dampaknya, dia harus mengalami kerugian yang cukup besar.

“Pagi listrik padam berkali-kali. Setelah itu sekitar pukul 10.00. listrik padam hingga menjelang Magrib. Akibat pemadaman ini usaha menjadi tidak berjalan,” katanya.

Baca Juga:Sesuai Dengan Amanat DKPP, Panwas OKUT Kembali PAW Anggota Panwascam

Kapolres OKU Timur Tinjau Ruang Tahanan

Kadinkes OKU Timur Pantau Langsung Perkembangan Putri

Lanjut Edi,  karena padamnya listrik potensi kerugian yang dialaminya bisa mencapai 70 persen. Seharusnya pihak PLN memadamkan listrik ketika libur sehingga tidak menyebabkan kerugian besar terhadap pengusaha yang menggunakan jaringan listrik untuk beroperasi.

“Biasanya dari buka sampai tutup sudah dapet 300-450 ribu. Tadi pagi baru dapet 45 ribu listrik sudah keburu mati. Usaha tidak berjalan karena listrik padam. Terpaksa tidak bisa bekerja karena tidak ada arus listrik,” keluh Edi.

Selain itu juga bukan hanya pengusaha saja yang mengeluhkan pemadaman listrik yang cukup panjang tersebut. Sejumlah pegawai juga mengaku kesal karena pemadaman jaringan listrik tersebut sehingga membuat pekerjaan tidak bisa selesai maksimal dan tepat waktu. Genset yang digunakan tidak bisa maksimal dalam memberikan aliran listrik sehingga membuat pegawai tidak bisa bekerja dengan maksimal.

“Tidak bisa bekerja maksimal karena jaringan listrik mati. Sejak pagi mati lampu. Jaringan listrik tidak hidup pegawai tidak bisa bekerja maksimal karena tidak ada arus listrik,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan Ahmad, pengusaha jus yang memanfaatkan arus listrik sebagai usaha utama dalam penjualannya. Sejak pagi hari kata dia, usaha yang sudah dijalaninya sejak lima tahun terakhir tidak bisa berjalan karena tidak ada jaringan listrik.

“Terpaksa menjual minuman biasa. Kopi dan teh saja. Mau buat jus tidak bisa karena listrik padam. Padahal siang hari biasanya banyak pelanggan yang memesan jus,” katanya.

Begitu juga sama yang diungkapkan Robi yang merupakan salah seorang warga Martapura yang juga peternak ayam bangkok, bahwa dampak pemadaman listrik dalam tempo cukup lama tentu sangat merugikan masyarakat sebagai pelanggan.

Bukan hanya hari ini saja, namun sudah sering terjadi pemadaman listrik secara mendadak dan dalam tempo yang lama. Lebih miris lagi, saat pemadaman listrik tidak ada pengumuman dari PT PLN.

“Kita hanya berharap PLN memikirkan masyarakat sebagai pelanggan, jangan sampai masyarakat dirugikan oleh pemadaman listrik yang sering terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu ditempat berbeda, Manajer PT PLN Rayon Lahat Ranting Martapura, Reza Eka Putra, mengatakan, pemadaman listrik tersebut lantaran ada pengerjaan maupun perbaikan. Pemadaman juga terjadi karena ada perbaikan jaringan di Martapura. Setelah selesai pengerjaan, kualitas listrik akan semakin bagus.

Baca Juga:Diguga Pengedar Sabu IRT Diringkus Satnarkoba Polres OKU Timur

Perusahaan Harus Daftarkan Pekerjanya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Antisipasi Bencana Harus Dilakukan Sejak Dini

“Ya memang sekarang terjadi pemadaman karena ada pengerjaan perbaikan,” ujarnya.