Duku Komering Asal OKU Timur Diburu Oleh Tengkulak Dari Luar Wilayah

loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Pada bulan Februari ini sudah masuk masa puncak panen Duku Komering, bahkan sudah hampir habis. Duku Komering ini terkenal dengan rasanya yang sangat manis. Tidak heran jika duku asal OKU Timur diburu oleh pedagang buah dari luar wilayah Bumi Sebiduk Sehaluan. Duku Komering di jual hingga ke Palembang, Jakarta dan Jawa.

Menurut Marjuni (50) salah satu warga Desa Pulau Negara, Kecamatan BP Bangsa Raja, OKU Timur, mengatakan, usia pohon duku yang ada saat ini sudah mencapai 10 hingga 30 tahun. Pada saat musim kemarau pemilik kebon membuat sumur bor untuk menyiram pohon duku supaya pohon duku tetap bertahan.

“Duku berbunga pada September dan panen Februari. Satu batang sekitar 7 hingga 15 peti. Pohon duku yang ada, merupakan warisan dari nenek dan ada juga yang tanaman sendiri. Pohon duku juga harus dipupuk agar buahhya lebat,” kata Marjuni sambil mensortir Duku Komering di kebun miliknya, Kamis (22/2/2018).

Lanjut Marjuni, Harga duku di tingkat petani sekarang Rp 6000 perkilogram, dibeli oleh tengkulak dari luar untuk dibawa ke Jakarta dan Jawa. Para pedagang dan tengkulak datang langsung ke kebun untuk membeli dengan cara diborong. Untuk duku ukuran kecil maupun istilah petani duku cakra Rp 35 ribu per petinya.

“Harga borongan perbatang dilihat sesuai dengan lebat apa tidak buahnya. Untuk satu peti dengan berat 15 kilogram Rp 70 ribu di kebon untuk ukuran duku super,” imbuhnya.

Sebelumnya harga duku pada Januari sempat Rp150 ribu per peti. Karena saat itu harga mahal kondisi buah duku belum terlalu masak dan masih asam sudah dipetik akibatnya berpengaruh pada harga jual menjadi anjlok.

Karena itu harga duku saat ini turun, untuk harga jual duku di Jakarta Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu perkilogram. Dia juga mengatakan upah manjat Rp 10 ribu perkotak dan Rp 15 ribu perkarung.

“Kita sayangkan saat duku belum terlalu masak sudah dijual, rasanya masih masam, dampaknya sekarang harga duku. Sedangkan untuk beli peti di Kayu Agung Rp10 ribu per buah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian OKU Timur Ir Ruzuan Efendi, menuturkan jika dibandingkan ditahun sebelumnya hasil panen duku di Kabupaten OKU Timur lebih bagus dan lebih meningkat. Untuk mempertahankan keberadaan duku komering yang menjadi komoditi khas OKU Timur, pihaknya selalu melakukan program pemeremajaan melalui UPTD maupun swadaya masyarakat.

“Kita berharap, hasil duku komering yang dikenal manis ini akan terus membaik. Dengan adanya program peremajaan, tentu produksi duku komering akan meningkat,” terangnya.

Selain itu peningkatan produksi duku komering menurut dia, sangat penting, karena rasanya yang manis dengan biji lebih kecil membuat duku komering selalu menjadi primadona bagi pedagang buah baik yang dari dalam maupun luar OKU Timur.

“Buah duku komering ini sudah masuk ke pasar di beberapa daerah diantaranya Palembang dan di Pulau Jawa,” ungkapnya.