Gudang Bulog Berisi Stok Beras Lama Yang Belum Disalurkan

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Masyarakat heran lantaran pemerintah melakukan impor beras dari luar negeri dengan alasan stok yang habis. Padahal pada saat Komisi II DPRD Sumsel melaksanakan sidak Rabu (21/2/2018) lalu, mendapati temuan ada stok beras di Gudang Bulog Baturaja yang berlokasi di Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur.

Jumlah Stok beras yang ditemukan oleh komisi II tersebut diperkirakan sebanyak dua ribu ton dan merupakan stok tahun 2016. Bahkan stok beras yang memenuhi gudang Bulog tersebut sudah tidak layak konsumsi.

Pihak Bulog yang ada di Martapura, saat wartawan mencoba mengkonfirmasi melarang untuk mengambil gambar stok beras yang sudah tidak layak konsumsi tersebut. Mereka beralasan kepala Gudang sedang melaksanakan diklat. Hal yang sama juga dengan kepala Bulog Junaidi yang mengaku tidak berada di lokasi dan sedang melakukan pengobatan di Bandung.

“Tidak boleh mengambil gambar. Tidak diperbolehkan. Kalau mau konfirmasi silakan ke Kantor di Baturaja dengan kasi saya,” katanya saat dihubungi via telepon , Kamis (22/2/2018).

Sementara beberapa staff Bulog yang ada di Gudang Martapura mengaku tidak bisa memberikan izin kepada wartawan untuk melihat ataupun mengambil gambar gudang beras yang berisi stok beras tahun 2016 tersebut. Mereka beralasan karena izin untuk membuka gudang hanya diperbolehkan oleh kepala gudang atau kepala Bulog.

“Maaf pak, kami tidak bisa memberikan izin karena kami hanya menunggu saja. Harap dimaklumi. Kalau gudang memang berisi. Gudang kita saat ini memang ada isi berasnya namun pengadaan kapan saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut karena bukan wewenang saya,” ujarnya.