Pengerjaan Jalan Provinsi di Bagi Menjadi Dua Tahap

loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Saat ini pembangunan jalan provinsi di wilayah Belitang, Kabupaten OKU Timur sudah dimulai dikerjakan. Pengerjaannya dilakukan secara dua tahap. Untuk tahap awal dikerjakan sepanjang 10 kilometer dimulai dari Bendungan Komering (BK) 0 Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Buay Madang hingga BK 10 Gumawang dengan anggaran Rp 40 miliar. Sedangkan untuk tahap kedua diharapkan pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang dikerjakan dari BK 10 Gumawang sampai BK 16 Petanggan dengan anggaran mencapai Rp 50 miliar.

Menurut Wakil Bupati (Wabup) OKU Timur Fery Antoni SE, saat diwawancarai mengatakan, total jalan provinsi dari BK 0 Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Buay Madang hingga BK 16 Petanggan Kecamatan Semendawai Suku III panjang 42 kilometer. Dan juga dirinya berharap agar masyarakat dapat bersabar karena dalam pengerjaan ini belum sepenuhnya terealisasi karena ada titik-titik prioritas yang harus segera diperbaiki. Dirinya juga menyampaikan kepada seluruh elemen masyarakat harus memantau pelaksanaan pekerjaan proyek ini. Jika ada penyimpangan segera laporkan.

“Mudah-mudahan proyek ini pada 2018 selesai dikerjakan Pemprov, saya dan pak bupati selalu berusaha untuk menjaga dan memantau agar pelaksanaan pembangunan ini bisa berjalan lancar,” kata Feri saat meninjau pelaksanaan pembangunan jalan provinsi di Belitang pada Senin (12/3/2018).

Selain itu Wabup juga menambahkan untuk spek sesuai dengan spek provinsi dengan tebal 30 centi meter dan lebar enam meter. Sedangkan masa pengerjaan diperkirakan tiga bulan dengan target kualitas dan kuantitas yang terbaik. Untuk pengerjaan awal baru dipondasi beton nanti akan ditambah dengan aspal setebal lima centimeter dengan begitu kekuatan jalan bisa mencapai 20 tahun.

“Mudah-mudahan jalan provinsi ini cepat selesai dikerjakan karena jalan ini merupakan salah satu akses ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Jalan Dinas PU Provinsi Muchtar MH, pengerjaan jalan ini berpacu dengan waktu. Karena akan menghadapi Pilkada dan Asian Games, karena itu pengerjaan akan dipercepat tetapi tetap menjaga kualitas yang baik. Standar jalan untuk kapasitas kendaraan berbobot delapan hingga 10 ton. Sedangkan untuk ketahanan jalan bisa mencapai lima sampai 10 tahun. Dan juga apabila jalan mengalami kerusakan sebelum target waktu maka akan ada perbaikan karena di dalam kontrak ada pemiliharaan sehingga akan ada perbaikan jika ada kerusakan.

“Sampai saat ini belum ada kendala dalam proses pengerjaannya. Untuk kualitas jalan tetap kita utamakan namun pengerjaannya kita percepat. Dan apabila jalan rusak sebelum target waktu maka akan diperbaiki karena itu sudah ada di dalam kontrak kerja,” ujarnya.