Dhesta Kirim Surat ke Fenus, Begini Isi Suratnya

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Nama Dhesta Sandra (24) sebelumnya menjadi perbincangan hangat warganet karena kisah hidupnya yang semula berwajah cantik akibat tersiram cuka parah di sekujur tubuhnya, kondisinya sangat memprihatinkan.

Beberapa aktivis kemanusiaan dan penggiat media sosial di Kabupaten OKU Timur pun bahu membahu membantu menggalang dana untuk Dhesta dengan mendirikan Posko Koin Untuk Dhesta agar bisa berobat untuk memulihkan kembali wajahnya yang rusak dan memberi semangat kepada Dhesta untuk melanjutkan hidup yang sempat membuatnya mengucilkan diri dan hilang kepercayaan dalam melanjutkan hidup.

Dhesta, korban penyiraman cuka parah merupakan warga Desa Keromongan, Martapura. Saat dirinya menjalani pengobatan di Thailand Dhesta sempat menulis sebuah surat lewat pesan WhatsApp kepada Ketua Komisi IV DPRD OKU Timur Fenus Antonius.

“Rasa syukur yang sangat tak terhingga ku panjatkan atas karunia Allah yg telah meringankan beban yang saya rasakan melalui perantara hambanya yaitu Pak Fenus Antonius,” tulisnya saat berada di Thailand.

Doa dan bantuanpun mengalir untuk Desta, tak terkecuali dari Tokoh Pemuda Sumatera Selatan yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD OKU Timur Fenus Antonius, yang dengan keikhlas hati membantu keberangkatan Desta ke negara gajah putih, Thailand untuk melakukan rekonstruksi wajah dan memulihkan kondisi tubuhnya yang penuh luka bakar akibat tersiram cuka parah.

“Pak dhesta disini sudah melakukan operasi yang pertama yaitu bagian wajah, dan juga kedua bagian mata kanan dan kiri. Utk bagian hidung insya Allah 6 bulan yang akan datang.  Dhesta merasa senang sekali melihat perubahan yang ada di wajah dhesta karena yang tadi nya mata terbuka, dahi yang basah memerah dan pipi serta dagu sangat kaku, semua itu tidak dhesta rasakan lagi Pak semua berangsur membaik,” tulisnya via pesan WA kepada Fenus.

Berikut ini adalah surat yang ditulis Desta lewat pesan WhatsApp kepada Fenus Antonius yang merupakan sosok seorang Bapak baginya :

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam penuh Hormat dari saya dhesta utk seorang Hamba Allah yang telah terketuk hatinya utk membantu dan meringankan bebanku yang terasa sangat berat saya rasakan dan terlalu berat utk kujalani.

Rasa syukur yang sangat tak terhingga ku panjatkan atas karunia Allah yg telah meringankan beban yang saya rasakan melalui perantara hambanya yaitu Pak Fenus Antonius. Betapa tidak begitu berartinya bagi saya yang dhoif ini menerima bantuan dari Pak fenus utk menyegerakan keberangkatan saya dalam menjalani Operasi.

Oh ya Pak Dhesta mau bercerita kepada Bpak.  Maaf pak jika cerita ini hanya sekadar mengusik ketenangan Bapak. Pak dhesta disini sudah melakukan operasi yang pertama yaitu bagian wajah, dan juga kedua bagian mata kanan dan kiri. Utk bagian hidung insya Allah 6 bulan yang akan datang.  Dhesta merasa senang sekali melihat perubahan yang ada di wajah dhesta karena yang tadi nya mata terbuka, dahi yang basah memerah dan pipi serta dagu sangat kaku, semua itu tidak dhesta rasakan lagi Pak semua berangsur membaik.

Saat ini dhesta perlahan mulai bangkit lagi dalam menjalani kehidupan yang akan datang.  Saat ini dhesta merasa sangat bahagia dan sadar banyak orang yang perduli akan nasib dhesta terlebih Pak Fenus sendiri. Entah bagaimana cara Dhesta utk membalas atas semua yang telah bapak lakukan.

Saya malu pak rasanya karna tidak bisa berbuat apa2 ditengah kondisi keterbatasan ayah saya.

Saat ini saya mengerti dan paham siapa yg benar benar peduli terhadap dhesta, dengan adanya musibah ini saya tau mana yg tulus dan mana yg tidak.

Namun rasa risauku itu seakan memudar ketika hadir sosok figur seorang Bapak yang mau berkenan utk menyegerakan keberangkatan dhesta.

Oh ya pak saya juga mau bercerita bahwa saat ini saya dan kembaran saya dhesti dari umur 7 tahun sudah tidak merasakan sosok seorang ibu kandung.  Beliau sudah lama meninggal dan selama ini saya tinggal bersama ayah dan istri ke 2 ayah.  Sekali maaf Pak bila ini tidak pantas saya ceritakan pada Bapak.

Mungkin ini curhatan saya yg tak berharga ini pak. Saya tidak akan bisa dan tak akan pernah berjanji utk bisa membalas kebaikan bapak. Namun yakinlah pak disetiap Sholatku akan terselip Do’a utk kebaikan Bpak.

Apapum itu demi kebaikan Bapak dalam menjalani kehidupan ini.

Terima kasih Pak sudah memberikan pernyataan dimedia bahwa saya sudah seperti anak Bapak. Begitu besar anugerah yang saya terima.

Terasa sesak dada ini dan tak kuat mataku membendung air mataku ketika bapak mengucapkan itu.

Terimakasih Pak, Terimakasih Pak, Terimakasih Pak.

Izinkan saya utk mengadu sebagai seorang anak jika Bapak berkenan..

Wassalam

Dhesta.