Petani Mengeluh, Harga Jagung Anjlok

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Musim panen jagung yang jatuh secara bersamaan menyebabkan banjirnya hasil panen ditingkat tengkulak. Hal tersebut mempengaruhi harga jagung di wilayah OKU Timur. Sebelumnya harga jagung mencapai hingga Rp.2.800 per kilogram namun sejak satu bulan terakhir mengalami penurunan menjadi Rp.2.400 per kilogram.

Seperti yang diungkapkan Sumar, salah satu petani jagung asal Mendah Kecamatan Jayapura ketika dikonfirmasi, Senin (9/5/2018) mengatakan, penurunan harga jagung yang sudah terjadi sejak beberapa Minggu terakhir tentu saja membuat petani lesu mengingat harga jagung beberapa bulan sebelumnya cukup tinggi yang mencapai hingga Rp. 3.300 per kilogram.

“Harga jagung akhir tahun hingga awal tahun cukup tinggi hingga diatas Rp. 3.000 per kilogram. Namun seiring berjalannya waktu harga jagung terus mengalami penurunan hingga saat ini menjadi Rp. 2.400 per kilogram,” katanya.

Kemudian lanjut Sumar, untuk harga di wilayah Mendah per kilogram sebesar Rp. 2.400 per kilogram. Harga tersebut sudah bersih dan sudah dipotong ongkos ojek. Sehingga harga jagung di wilayah Mendah dan di wilayah Lingot atau perkotaan berbeda karena jarak dan lokasi yang sulit ditempuh.

“Kalau harga kotor lebih dari Rp. 2.400 per kilogram. Namun setelah dipotong ongkos dan kebutuhan lain menjadi Rp. 2.400 per kilogram,” lanjutnya.

Sementara itu Muhammad Johan salah satu tengkulak jagung di wilayah Lingot mengatakan, harga jagung memang mengalami penurunan sejak beberapa Minggu terakhir disebabkan musim panen raya jagung yang sudah mulai sejak beberapa bulan sebelumnya.

Untuk harga saat ini kata dia, per kilogram sebesar Rp. 2.500 per kilogram. Harga tersebut mengalami penurunan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya karena musim panen raya yang sudah berjalan sejak beberapa minggu sebelumnya.

“Untuk harga memang berbeda-beda di beberapa wilayah. Selain dibedakan oleh kualitas juga dibedakan oleh jarak tempuh lokasi panen,” katanya.

Selain itu dirinya juga menambahkan, untuk harga jagung kering bersih per kilogram sebesar Rp. 2.500 per kilogram. Sedangkan untuk jagung asalan per kilogramnya sebesar Rp. 2000 per kilogram.

“Kalau jagung bersih biasanya tengkulak bisa langsung menjual. Sedangkan untuk jagung asalan biasanya tengkulak akan kesulitan karena harus melakukan pembersihan terlebih dahulu sebelum dijual kembali,” tambahnya.