Maraknya Narkotika di Kalangan masyarakat Umum dan Pelajar

loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Jika ditelisik lebih mendalam, terkait maraknya Narkotika atau yang sering kita kenal Narkoba khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur penyalahgunaan narkoba bukan saat ini saja, jauh sebelumnya narkoba sudah mewabah dimasyarakat kita, apalagi saat karet, sawit,dan padi mencapai harga tinggi dan menjadi primadona saat itu. Dengan mudah uang didapat, mulai dari anak sekolah pada tingkatan dasar hingga pengangguran pun mudah mendapatkan uang. Tidak hanya dikalangan masyarakat umum, di kalangan pelajar peredaran Narkoba tidak kalah maraknya.

Kenyataan miris ini tentu menghentakkan kita semua, khususnya dunia pendidikan kita. Lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi wadah bagi terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas dengan seperangkat intelektualitas, moralitas dan spiritualitas memadai, ternyata telah dicemari oleh perilaku sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab.

Kenyataan ini juga seharusnya membukakan mata kita, bahwa dunia pendidikan di negeri ini sedang menghadapi sebuah ancaman besar, yakni jeratan narkotika atau yang mudah kita ucap “Narkoba”, yang setiap saat siap menghancurkan masa depan anak bangsa ini.

Jika dilihat dari kasus-kasus yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini, masalah penyalahgunaan narkoba di beberapa kalangan Masyarakat umum, remaja dan pelajar dapat dikatakan sulit di atasi, karena penyelesaiannya melibatkan banyak faktor dan kerjasama dari semua pihak yang bersangkutan, seperti pemerintah, aparat, masyarakat, media massa, keluarga, remaja itu sendiri, dan pihak-pihak lain.

Peran suplier (Bandar-red) juga sangat vital, karena penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar terjadi karena kurangnya atau tidak memahami apa narkoba itu sehingga dapat dibohongi dan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab “pengedar” dan bahkan awal mulanya terkadang mencoba-coba pada akhirnya kecanduan.

Dipihak lain, peran keluarga, terkhusus orang tua tidak tahu atau kurang memahami hal-hal yang berhubungan dengan narkoba sehingga tidak dapat memberikan informasi atau pendidikan yang jelas kepada anak-anaknya akan bahaya narkoba.

Kurangnya Sosialisasi  dan Informasi di Masyarakat Mengenai Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Untuk itu sosialisasi dan tindakan mendidik harus direncanakan secara matang, diadakan dan dilaksanakan secara efektif dan intensif kepada masyarakat yang disampaikan dengan sarana atau media yang tepat untuk masyarakat.

Seharusnya pihak orangtua maupun kerabat dan keluarga dapat mengontrol dan tidak membiarkan anak,sepupu serta keponakan bergaul hingga malam hari dan berkumpul pada kelompok-kelompok tertentu dalam komunitas yang dapat mencelakakan mereka. Demikian juga halnya dengan kondisi di pedesaan, banyaknya lokasi untuk bersembunyi seperti  di kebun sawit, kebun karet, bangunan kosong dan tempat lainnya memungkinkan para remaja,pelajar dan anak-anak terjerumus dalam lingkaran narkoba.

Saat ini, para remaja pun sudah dapat melakukan oplosan minuman beralkohol  yang dicampur dengan berbagai jenis dan dapat mendatangkan kenyamanan seperti jenis narkoba yang ada, bahkan trendi terjadi dikalangan masyarkat dan anak remaja adalah menghisap lem,minum-minuman keras dan lain sebagainya. Hal ini bukan rahasia umum lagi dikalangan orang-orang kita. Ini menandakan bahwa darurat narkoba konkrit terjadi dan harus menjadi perhatian yang sangat serius.

Oleh karenanya perlu kewaspadaan semua pihak, baik dinas pendidikan bagi mereka yang masih sekolah maupun yang sudah putus sekolah, dan harus ada razia khusus dikalangan masyarakat umum, dan pelajar baik razia rutinitas setiap satu minggu sekali di pedesaan-pedesaan maupun jam sekolah. Sikap ini adalah untuk pencegahan dan jika memang masyarakat umum, remaja dan pelajar tersebut tertangkap untuk tidak dibela namun berikan pelajaran terbaik dengan mendampingi bukan untuk membela.

Solusi alternatif

Disini Peran Pemerintah,dan Pihak kepolisian BNN dalam memerangi narkoba harus benar-benar tindak lanjuti dengan serius. Demikian juga dari pihak Organisasi masyarakat harus ikut terlibat dalam memerangi maraknya narkoba saat ini di kalangang masyarakat umum. ini semua demi terbaiknya kita semua, “anak cucu”  generasi penerus bangsa ini.

Jika kita melihat persoalan-persoalan yang terjadi sehingga banyak jeratan narkoba hingga jatuh pada kalangan remaja,pelajar dan intelektua, maka setidaknya ada beberapa solusi altenatif atau beberapa pendekatan bisa dilakukan seperti;

Pertama, pendekatan agama. Melalui pendekatan ini, mereka yang masih ‘bersih’ dari dunia narkoba, senantiasa ditanamkan ajaran agama yang mereka anut. Agama apa pun, tidak ada yang menghendaki pemeluknya untuk merusak dirinya, masa depannya, serta kehidupannya.

Setiap agama mengajarkan pemeluknya untuk menegakkan kebaikan, menghindari kerusakan, baik pada dirinya, keluarganya, maupun lingkungan sekitarnya. Sedangkan bagi mereka yang sudah terlanjur masuk dalam kubangan narkoba, hendaknya di tindak lanjuti baik diingatkan kembali nilai-nilai yang terkandung di dalam ajaran agama yang mereka yakini. Dengan jalan demikian, diharapkan ajaran agama yang pernah tertanam dalam benak mereka mampu menggugah jiwa mereka untuk kembali ke jalan yang benar.

Kedua, pendekatan psikologis. Dengan pendekatan ini, mereka yang belum terjamah ‘kenikmatan semu’ narkoba, diberikan nasihat dari ‘hati ke hati’ oleh orang-orang yang dekat dengannya, sesuai dengan karakter kepribadian mereka. Langkah persuasif melalui pendekatan psikologis ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran dari dalam hati mereka untuk menjauhi dunia narkoba.

Adapun bagi mereka yang telah larut dalam ‘kehidupan gelap’ narkoba, melalui pendekatan ini dapat diketahui, apakah mereka masuk dalam kategori pribadi yang terbuka, tertutup, atau sensitif. Dengan mengetahui latar belakang kepribadian mereka, maka pendekatan ini diharapkan mampu mengembalikan mereka pada kehidupan nyata.

Ketiga, pendekatan sosial. Baik bagi mereka yang belum, maupun yang sudah masuk dalam ‘sisi kelam’ narkoba, melalui pendekatan ini disadarkan bahwa mereka merupakan bagian penting dalam keluarga dan lingkungannya.

Dengan penanaman sikap seperti ini, maka mereka merasa bahwa kehadiran mereka di tengah keluarga dan masyarakat memiliki arti penting. Dengan beberapa pendekatan di atas, diharapkan mampu menggerakkan hati para remaja, pelajar yang masih belia dan “suci”dari kelamnya dunia narkoba untuk tidak larut dalam trend pergaulan yang menyesatkan. Dan bagi mereka dari kalangan masyarakat yang sudah tercebur ke dalam ‘kubangan’ dunia narkoba, melalui beberapa pendekatan tersebut, diharapkan dapat kembali sadar akan arti penting kehidupan ini.

 

Oleh : Budy Dirgantara (Mahasiswa APMD Yogyakarta)