Akhir Musim Panen Harga Beras Turun, Tetapi Menjelang Ramadhan Diperkirakan Naik

loading...

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Harga beras di Bumi Sebiduk Sehaluan terus mengalami penurunan seiring dengan berakhirnya musim panen. Beberapa bulan kedepan harga beras diprediksi akan mengalami kenaikan karena stok petani yang mulai menipis. Harga beras ditingkat petani sekarang turun menjadi Rp. 7.500 per kilogram. Sedangkan harga beras dari pabrik ke penjual mengalami kenaikan sekitar Rp. 200 hingga 300 per kilogram hingga menjadi Rp. 7.800 per kilogram ditingkat pabrik.

Penurunan harga beras tersebut menurut Dwi petani asal Kecamatan Belitang, dipicu oleh musim panen yang terus bergulir sejak bulan Januari hingga akhir bulan April 2018. Namun diprediksi harga beras tidak akan mengalami penurunan dari Rp. 7. 500 per kilogram mengingat musim panen sudah mulai habis dan saat ini petani sudah mulai melakukan penggarapan untuk musim tanam selanjutnya.

“Menghadapi bulan puasa biasanya harga beras mulai mengalami kenaikan. Kemungkinan harga Rp. 7.500 per kilogram merupakan harga terakhir dan tidak akan mengalami penurunan lagi. Justru diperkirakan sekitar satu bulan lagi harga beras akan kembali mengalami kenaikan,” katanya kepada wartawan, Selasa (24/4/2018).

Lanjut Dwi biasanya, menjelang bulan puasa yang diperkirakan akan jatuh pada bulan Mei 2018 harga beras mengalami kenaikan. Meskipun harga beras ditingkat petani mengalami penurunan, namun di pasaran harga beras masih terbilang tinggi yakni Rp. 8. 000 hingga Rp. 8. 500 per kilogram. Bahkan untuk beras kualitas super dijual di atas harga Rp. 9.000 per kilogram.

“Rp. 7.500 per kilogram itu pabrik membeli para petani. Sementara pabrik menjual kepada tengkulak sekitar Rp 7. 800 per kilogram. Sedangkan harga di pasaran kemungkinan mengalami kenaikan atau lebih tinggi dari itu,” ujarnya.

Sementara itu, Hamdan petani lainnya mengungkapkan saat ini petani sudah mulai melakukan penggarapan lahan bahkan ada sebagian petani yang sudah melakukan penanaman padi untuk musim tanam kedua tahun 2018. Jadi kemungkinan beras akan mengalami penurunan sangat kecil justru beras akan mengalami kenaikan mengingat stok ditingkat petani sudah mulai menipis bahkan sebagian petani tidak menyimpan stok selain untuk kebutuhan sehari-hari hingga menjelang panen selanjutnya.

“Biasanya setiap musim panen petani langsung menjual hasil panen dan hanya menyimpan sedikit untuk kebutuhan hingga musim panen selanjutnya. Kemungkinan beras akan mengalami kenaikan hingga beberapa bulan kedepan karena stok beras ditingkat petani sudah mulai menipis,” ungkapnya.