Memasuki Masa Tanam Pupuk Bersubsidi Langka

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Setiap menjelang dan masuk masa tanam di OKU Timur sering terjadi kelangkaan pupuk SP 36 bersubsidi. Kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut, membuat petani di daerah ini kesulitan. Karena selain susah mendapatkan pupuk, jika ada harganya cukup  tinggi. Jika kesulitan pupuk ini berlangsung lama tentu akan berpengaruh pada pertumbuhan padi.

Menurut Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi, S.Sos, MSi, pada Selasa (24/4/2018) mengatakan, Kelangkaan pupuk SP36 membuat petani kesulitan, sedangkan sudah sering diajak membuat pupuk organik yang merupakan salah satu cara mengantisipasi kelangkaan pupuk. Dengan memproduksi pupuk organik yang biayanya ringan dan bisa menghasilkan padi yang berkualitas lebih bagus dengan harga jual lebih tinggi dengan bertanam cara organik akan lebih menguntungkan.

“Kita sudah sering mengajak masyarakat khususnya petani untuk memproduksi pupuk organik biayanya lebih murah, dan kita jangan pergantung pada  pabrik karena ini subsidi orang malas untuk menjualnya,” katanya.

Komisi Pupuk OKU Timur sudah diperintahkan untuk memantau ketersedian pupuk SP 36 di lapangan. “Karena jika kelangkaan ini lama akan segera ada tindakan nyata agar petani tidak semakin kesulitan dalam mendapatkan pupuk,” terang Kholid.

Sementara Kepala Dinas (Kadin) Pertanian OKU Timur Ir Ruzuan Efendi menambahkan, kebutuhan pupuk SP 36 bersubsidi, di Sebiduk Sehaluan pertahunnya mencapai 20.000 ton. Untuk luas tanam padi  mencapai 180 ribu hektar. Sedangkan jagung luas tanam 26 ribu hektar. Namun sekarang pemerintah mengurangi kuota pupuk bersubsidi. Untuk itu akan digalakkan penggunaan pupuk jenis lain maupun pupuk organik.

“Kita berharap petani lebih meningkatkan penggunaan pupuk produksi sendiri maupun organik,”ujarnya.

Sedangkan, Ketua Komisi II DPRD  OKU Timur Andi Syaiban menjelaskan, tidak ingin spikulan bermain pada langkanya pupuk Sehingga Petani membeli pupuk dengan  harga cukup Mahal, disamping itu perlu pemerintah untuk menata ulang distributor yang betul-betul menguasai Glgudang di wilayahnya sehingga petani dimudahkan
mendapat Pupuk.

“Selain itu langkah yang harus dilakukan mempersempit penyimpangan wilayah pendistribusiannya. Namun yang juga tidak kalah penting pengawasan   tepat waktu pada musim tanam,” tegasnya.