BBM Oplosan Jadi Sorotan Anggota DPRD

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Peredaran Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan di seluruh wilayah di Kabupaten OKU Timur yang selama ini menjadi keluhan masyarakat mendapat perhatian serius dari anggota DPRD. Hal ini terbukti dalam rapat paripurna DPRD OKU Timur, terdapat sejumlah fraksi menyoroti maraknya penjualan BBM oplosan yang tentu saja berpengaruh pada kualitas mesin baik motor maupun mobil.

Menurut juru bicara Fraksi PDI Perjuangan Sugeng Carvindo mengatakan, menyoroti banyaknya peredaran BBM oplosan ini, fraksi PDI Perjuangan meminta kepada dinas dan instansi terkait untuk melakukan penindakan karena ini sangat merugikan masyarakat.

“Kita berharap ada tindakan nyata dari instansi terkait tentang maraknya minyak oplosan. Jangan sampai sudah banyak korban atau kendaraan masyarakat yang rusak baru instansi terkait bergerak. Karena BBM oplosan ini jelas sangat berpengaruh buruk terhadap mesin kendaraan bahkan mengakibatkan kerusakan,” tegas Sugeng.

Sementara itu juru bicara fraksi PKB Farida Ermawati dalam laporannya juga menyoroti maraknya peredaran dan penjualan BBM oplosan disamping peredaran narkoba yang juga sedang marak di Bumi Sebiduk Sehaluan.

“Untuk itu fraksi kami, fraksi PKB meminta jajaran Polres OKU Timur untuk menindak tegas pengedar BBM palsu atau BBM oplosan dan sindikat Narkoba,” ungkapnya.

Seperti yang diketahui, beberapa waktu itu Kapolres OKU Timur bersama Wakil Bupati Fery Antoni SE pernah menggrebek sebuah tempat di kawasan Belitang yang dijadikan tempat untuk mengolah minyak mentah menjadi bahan bakar minyak (BBM) baik bensin, solat maupun jenis pertalite. Menurut pengakuan pemilik usaha illegal tersebut, BBM oplosan produksinya telah dijual hampir keseluruh wilayah di Kabupaten OKU Timur. Namun, meskipun sudah digrebek saat ini peredaran BBM oplosan di OKU Timur tetap marak.

“Bahkan hampir setiap wilayah ada warga yang menjual BBM oplosan tersebut. BBM oplosan tersebut didapat dari oknum yang sengaja datang ke warung-warung atau tempat penjualan BBM eceran dengan harga yang lebih murah dibandingkan di SPBU. Kebanyakan yang dijual adalah BBM jenis pertalite karena untuk bensin sekarang di SPBU memang sudah dijual lagi,” ucap Hendra warga Desa Kotabaru kecamatan Martapura.