Acara Pembukaan Festival Jerami Sebiduk Sehaluan 2018, Bakal Disemarakan dengan Tarian Kolosal

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Pada acara pembukaan Festival Jerami Sebiduk Sehaluan 2018 bakal tampil guru-guru dan pelaku seni guna menunjukkan bakat mereka. Festival Jerami Sebiduk Sehaluan ini rencana akan dilaksanakan pada 5 sampai 11 Agustus 2018 mendatang, di Bendung Irigasi Perjaya. Para guru tersebut akan menampilkan tarian kolosal agar dapat memeriahkan Festival Jerami Sebiduk Sehaluan.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi pelaksanaan Festival Jerami Sebiduk Sehaluan. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh guru seni se OKU Timur, Disporapar OKU Timur dan panitia pelaksana. Rapat yang dipimpin Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadispora) OKU Timur Wakimin SPd MM didampingi Ketua Umum Festival Jerami Sebiduk Sehaluan Edward Ferdinant SH dan Ketua Pelaksana Tri Angga, berlangsung di Bina Praja Pemkab OKU Timur.

Menurut Doni Anggara Saputra yang merupakan salah seorang seniman OKU Timur yang juga koordinator tari klosal, saat dibincangi wartawan mengatakan, pada Festival Jerami Sebiduk Sehaluan, guru seni se-OKU Timur dipercaya untuk menampilkan tari klosal dengan melibatkan pelajar. Dimana sebelum dilakukan proses latihan gabungan, setiap pelajar bisa melalukan latihan secara mandiri di sekolah masing-masing.

“Untuk jumlah peserta penari klosal masih belum bisa ditentukan tapi keinginan panitia 1.000 orang. Sehingga perlu dilakukan persiapan yang matang untuk menghasilkan sebuah karya yang berkualitas. Untuk itu saya minta setiap sekolah minimal mengirim 50 siswanya agar gampang mengaturnya,” kata Doni seusai rapat berlangsung.

Selain itu Doni juga menerangkan, untuk kostum penari klosal diserahkan kepada sekolah namun yang menyeragamkan dan menyatukannya nanti kostum penari akan dihiasi dengan jerami.

Sementara itu, Kadispora OKU Timur Wakimin, SPd, menjelaskan seluruh potensi yang ada akan dikerahkan demi menyukseskan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan potensi wisata di daerah ini. Karena itu guru seni dan pelaku seni harus memberikan sumbangsih.

“Setiap sekolah harus mengirimkan siswanya untuk terlibat pada pentas tari kolosal saat berlangsungnya Festival Jerami Sebiduk Sehaluan,” ungkapnya.

Wakimin juga menjelaskan, tugas awal memetakan sekokah-sekolah mana yang terlibat dan harus mengetahui jumlah siswa di setiap sekolah. Karena ada sekolah yang jumlah siswanya sedikit sehingga kesulitan jika harus mengirim 50 orang siswa.

“Karena itu diperlukan data siswa dari setiap sekolah sebelum tampil,” pungkasnya.