Was was Stok Sembako Tidak Tercukupi, Pemkab OKU Timur Bentuk Tim Pengawas

Bupati OKU Timur HM Kholid MD

KABAROKUTIMUR.COM | OKUTIMUR – Pemkab OKU Timur membentuk Tim Pengawas dan Pemantau Sembako. Tim pengawas tersebut terdiri dari Disperindag, Polres, Sat Pol PP dan Dinkes yang bertugas melakukan pemantauan, pengawasan dan pengecekan Sembako di lapangan. Tugas tim pengawas ini untuk memastikan stok Sembako selama puasa dan menjelang Idul Fitri tetap tersedia dan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.

Menurut Bupati OKU Timur, HM Kholid Mawardi, S.Sos, MSi pada Kamis (24/5/2018) mengatakan, Berdasarkan hasil pengecekan akan diketahui apakah stok Sembako cukup tersedia apa tidak.

“Tim yang sudah dibentuk ini juga bertugas untuk monitor apa yang kurang, sudah dirapatkan dievaluasi, stok kebutuhan berapa dan stok yang tersedia berapa. Jika memang ada yang kurang sebaiknya segera dipenuhi agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Kemudian tutur Kholid, biasanya orang lebih cenderung memikirkan ketersedian Sembako menjelang lebaran tapi jarang yang memikirkan pasca lebaran. Justru setelah lebaran akan ada komoditi yang mengalami kenaikan harga.

“Contohnya, dua hari setelah Lebaran biasa orang beralih pola makan dari yang menggunakan santan ke makanan yang tidak menggunakan santan. Saat itu biasanya permintaan ikan tinggi sedangkan stoknya kurang sehingga situasi ini dimanfaatkan pedagang yang membuat harga ikan naik setelah lebaran,” tuturnya.

Lanjut Kholid, untuk sekarang stok Sembako masih normal serta bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Tapi pada H-7 biasanya mengalami kenaikan, itu karena masyarakat takut akan kehabisan Sembako di pasar. Kondisi ini biasanya dimaanfaatkan pedagang untuk menaikan harga.

“Sebaiknya masyarakat jangan panik agar harga Sembako tidak naik, karena jika masyarakat takut kehabisan dan memborong Sembako kondisi ini dimanfaatkan pedagang untuk naikkan harga,” lanjutnya.

Bulog bukan hanya OP beras tapi juga daging beku dengan harga Rp90 ribu. Namun dia mengingatkan agar beras yang dijual harus yang bagus. Jangan sampai ada beras oplosan.

“Beras yang dijual harus beras bagus dan harganya harus terjangkau oleh maayarakat,” tutup Kholid.