Gerandong Kembali Berulah, Petani Karet Jadi Korban

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Kabupaten OKU Timur kembali geger karena aksi begal yang dikenal warga gerandong yang memakan korban. Kawanan gerandong tersebut tidak segan untuk melukai korbannya.

Seperti yang di alami oleh Kari (40) warga Kelurahan Sungai Tuha Kecamatan Martapura harus dibawa ke klinik akibat keberingasan kawanan begal. Kejadian pada Sabtu (26/5/2018) sekitar pukul 09.30 WIB di Dusun Minang Baru, Desa Pulau Negara Kecamatan BP Peliung.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, saat korban sedang menyadap karet milik Jon, korban didatangi oleh dua orang tidak dikenal. Kedua tersangka tersebut memiliki ciri ciri satu orang berbadan pendek kurus dan satu lagi kurus tinggi. Kemudian pelaku langsung mendekati korban dan meminta korban untuk menyerahkan motor miliknya sambil mengancam dengan sajam dan senpi, karena tidak dikasihkan motor tesebut pelaku langsung menembakan senpi dan di tangkis oleh korban saat bersamaan senpi meledak dan mengenai tangan korban.

Menurut salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, korban kemudian berlari dengan menahan luka ditangan. Sedangkan pelaku kabur dengan membawa motor milik korban. Korban selanjutnya menggunakan handphone menghubungi Jon (pemilik kebon karet yg disadap korban -red). Lalu korban oleh Jon dibawa ke klinik Varia kota baru.

“Benar korban kena gerandong dengan luka tembak di jari bagian lengan kanan dan pantat sebelah kanan bekas tusukan kayu. Selanjutnya kejadian tesebut sudah di tangani Polsek Martapura OKU Timur,” jelas narasumber media ini.

Sementara warga mengatakan mereka disini susah saat mau beraktifitas dengan ancaman ditodong oleh sekelompok gerandong.

“Jadi serba salah. Kami harap kepolisian dapat segera membekuk para pelaku yang sudah sangat meresahkan ini” kata Mar salah satu warga Martapura yang sedang melintas.

Terpisah Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya, melalui Kasat Reskrim, AKP Faisal P Manalu saat konfirmasi oleh awak media lewat pesan singkat whatsApp mengatakan pihaknya sampai saat ini belum ada laporan.

“Belum ada laporan”kata Kasat Singkat.