Polisi Gagalkan Transaksi Barang Haram

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Anggota Sat Res Narkoba Polres OKU Timur berhasil meringkus tiga tersangka. Ketiga orang tersebut diduga sedang melakukan transaksi Narkoba jenis Sabu-Sabu pada Kamis (31/5/2018), sekira pukul 23.00 WIB, di Desa Tugu Arum, Kecamatan Belitang Raya. Namun karena masih perkembangan pihak kepolisian baru merilis kasus Narkoba ini.

Berdasarkan laporan kepolisian yang tertuang dalam Laporan Polisi Nomor LP-A/ 41/ V /2018 / Resnarkoba / res okut /31 Mei 2018, ketiga tersangka yang berhasil diringkus itu Walimiati (33), warga Desa Tugu Arum, Kecamatan Belitang Madang Raya, OKU Timur. Maya Apriani (29), warga asal Bogor, dan Hendrik Yansyah alias Abu (31) warga Desa Rantau Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya, OKU Timur.

Menurut Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya, SH, SIK, didampingi Kasat Res Narkoba AKP Firniyanto, saat dikonfirmasi pada Sabtu (2/6/2018) mengatakan, sebelum dilakukan penangkapan anggota Sat Res Narkoba mendapat informasi di tempat kejadian perkara sering terjadi transaksi Narkoba. Lalu anggota Sat Res Narkoba melakukan penyelidikan setelah dinyatakan benar lalu dilakukan penangkapan di kontrakan Hs. Namun Hs berhasil kabur dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di Desa Tugu Arum.

“Saat pengerbekan anggota berhasil menangkap tiga orang tersangka yang diduga salah satunya istri dari Hs yang menjadi DPO, Waliamiati dan dua orang rekannya Maya dan Abu. Lalu anggota melakukan penggeledahan dalam kontrakan tersebut didapatkan satu bungkus paket sedang dan lima bungkus paket kecil yang diduga Narkoba, satu bungkus plastik klip bening,dua buah pirek, dua buah skop,” katanya.

Kemudian lanjut Kapolres, Barang Bukti (BB) yang diduga Narkotika tersebut ditemukan di dalam kamar Walimiati istri dari Hs. Seluruh tersangka yang teridentifikasi sebagai bandar pengecer termasuk pemakai akan menjadi target untuk dilakukan penangkapan.

“Beberapa tempat yang sudah kami masukkan sebagai zona merah dan bahaya Narkoba itu sudah kita mapping dan dijadikan target operasi,termasuk jaringan pelaku Curas yang beberapa kali melakukan aksinya namun selama ini belum tertangkap ini juga sudah kami jadikan target operasi,” ujarnya.

Erlin juga menambahkan kasus Narkoba dan pencurian dengan kekerasan tidak ada ampun dan toleransi akan diberikan tindakan tegas. “Tujuannya supaya daerah ini aman,” tegasnya.