Keluarga dan Warga Tolak Jenazah Perampok

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Salah satu tersangka komplotan gerandong yang tewas ditembak anggota Satuan Reskrim Polres OKU Timur jenazahnya ditolak oleh keluarga dan warga. Tersangka Aladin alias Kancil (40) merupakan salah satu warga Desa Melati Agung Kecamatan Semendawai Suku III, OKU Timur. Keluarga dan warga tidak menerima jika tersangka Aladin dikubur di desa mereka. Namun tidak diketahui apa alasan keluarga dan warga menolak jenazah anggota komplotan perampok bersenjata api (senpi).

Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi membenarkan keluarga tidak bersedia menerima jenazah tersangka Aladin yang tewas ditembak polisi. Bahkan ada surat pernyataan dari keluarga yang menyatakan menolak menerima jenazah tersangka.

“Setelah mendapat laporan tentang adanya penolakan jenazah tersangka dan ada surat pernyataan dari keluarga. Pemkab OKU Timur lalu mengambil langkah dan berinisiatif menguburkan jenazah tersangka Aladin secara Islam,” tuturnya, Senin (11/6/2018).

Selain itu, Kholid juga sangat mendukung langkah Polres OKU Timur yang melalukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan. Komplotan ini memamg sudah meresahkan masyarakat.

“Saya langsung pimpin rapat dengan Camat Martapura, Dinsos kita ambil keputusan jenazah Aladin kita kebumikan di TPU Terukis Kecamatan Martapura. Saya juga berharap kepada seluruh elemen masyarakat membantu polisi memberantas kejahatan di daerah kita,” ujarnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, tersangka Romlan alias Eko alias Lan (42) warga Desa Wonotirto Kecamatan Belitang I OKU Timur dan Aladin alias Kancil (40) ditangkap di lokasi yang berbeda, Minggu (10/6/2018). Karena berusaha melawan, keduanya ditembak mati oleh anggota Sat Reskrim Polres OKU Timur.

Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya mengatakan, penyergapan terhadap keduanya berawal dari hasil lidik yang dilakukan Unit Opsnal dan Team DF Polda Sumsel terhadap tersangka Jumali, warga Desa Wonotirto, Kecamatan Belitang I, OKU Timur, yang telah tertangkap lebih dulu.

Kemudian Unit Opsnal Polda Sumsel berkoordinasi dengan Satreskrim Polres OKU Timur untuk dilakukan pengembangan dan berhasil menemukan keberadaan tersangka Romlan. Sayangnya, saat akan ditangkap tersangka berusaha melawan petugas, hingga akhirnya terpaksa ditembak.