Ternyata Hanya Pihak Keluarga yang Menolak Jasad Aladin Dimakamkan Di Desanya… Berikut Ini alasannya

KABAROKUTIMUR | OKUTIMUR – Satu dari empat Pelaku perampokan yang berhasil ditangkap Satreskrim Polres OKU Timur yang terpaksa ditembak mati karena memberikan perlawanan atas nama Aladin Alias kancil (40) Warga Desa Melatiagung, Kecamatan Semendawai Suku III terpaksa dimakamkan di Pemakaman Umum (TPU) Terukis, Kecamatan Martapura. Hal itu disebabkan karena menurut informasi jenazah pelaku yang sempat dititipkan di kamar Jenazah RSUD Martapura selama lebih kurang 24 jam ditolak oleh pihak keluarganya.

Pemakaman jenazah pelaku dilakukan di Pemakaman Terukis Senin (11/6) sekitar pukul 11.00 WIB dan selesai sekitar pukul 12.30. Adapun alasan keluarga jasad pelaku tidak dibawa ke desanya disebabkan karena orangtuanya yang sudah tua dan dikhawatirkan akan menjadi terpukul dan syok jika anaknya pulang sudah menjadi mayat.

Pemakaman yang dilaksanakan secara muslim tersebut dihadiri oleh Camat Martapura, Camat, Semendawai Timur, pihak kepolisian, perwakilan TNI serta Pihak Rumah sakit.

Sementara Camat Semendawai Timur H Sujadi SE ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa jenazah pelaku hanya ditolak oleh pihak keluarga dan bukan masyarakat desa. Bahkan kata dia, pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan mengenai permintaan agar Jenazah Aladin dimakamkan di pemakaman mana saja asal jangan dibawa ke desanya.

“Kaka Aladin yang membuat surat pernyataan dengan diketahui oleh pemerintah desa dan kepala desa. Jadi bukan masyarakat desa yang menolak. Namun pihak keluarga dengan alasan khawatir ibunya syok,” kata Camat tersebut.

Sedangkan Bupati OKU Timur HM Kholid MD membenarkan keluarga tidak bersedia menerima jenazah tersangka Aladin tersebut dengan alasan khawatir syok karena kondisi ibu tersangka yang sudah tua.

“Pemerintah kemudian memutuskan untuk mengambil inisiatifnya memakamkan jenazah tersangka Aladin secara Islam. Karena kakak pelaku meminta agar pemakamannya dilaksanakan secara Islam,” katanya.

Bahkan kata Kholid, dirinya memimpin rapat dengan Camat Martapura dan Dinsos, untuk mengambil keputusan agar jenazah Aladin dikebumikan di TPU Terukis Kecamatan Martapura.

Sedangkan Kades Melatiagung ketika dikonfirmasi mengaku dimakamkannya jenazah Aladin bukan karena adanya penolakan dari masyarakat. Namun karena pihak keluarga meminta agar tidak dimakamkan di Desa mengingat orangtuanya sudah tua dan khawatir menjadi syok.