Kapolda : Sesuai Perintah Kapolri, Pelaku Kejahatan Harus Diberi Tindakan Tegas

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Dalam Kunjungan Kerja (Kuker) Polda Sumatera Selatan menyampaikan pihaknya terus berupaya melakukan pencengahan dan penangkapan, terhadap pelaku Curas. Hal ini terbukti berkat kesigapan personil Sat Reskrim Polres OKU Timur pada Minggu (10/6/2018), sekitar pukul 03.00 WIB empat dari delapan pelaku perampokan. Karena berusaha melawan akhirnya dua pelaku ditembak mati. Kunjungan Polda tersebut dilaksanakan di posko pengamanan pasar Martapura, Kabupaten OKU Timur pada Selasa (12/6/2018).

“Sesuai dengan perintah Kapolri kita akan menangkap pelaku-pelaku kejahatan kita juga tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas,” katanya.

Kemudian lanjut Kapolda, Masyarakat tidak usah khawatir karena polisi terus berkerja. Saat ini pihaknya masih mengejar empat orang pelaku yang identitasnya sudah diketahui.

“Saya tegas akan kami sikat betul pelaku kejahatan yang sudah membuat resah masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Kapolda sempat berdialog dengan pelaku Suyono. Kapolda mempertanyakan apa peran pelaku. Suyono menjawab hanya sebagai penunjuk jalan dan diberi upah Rp600 ribu oleh pelaku Lan yang tewas ditembak polisi.

“Tersangka terpaksa dilumpuhkan polisi karena ketika akan ditangkap berusaha memberikan perlawanan. Setelah kedua kakinya ditembus timah panas baru tersangka Yono tak berkutik dan menyerah,” terang Kapolda.

Sedangkan, tersangka Suyono menyampaikan, dia hanya kenal dengan pelaku Romlan alias Lan dan Jumali sedangkan pelaku lain dia tidak kenal. Sebelum aksi perampokan itu terjadi tersangka Lan menemui dirinya dan bertanya apakah ada sasaran. Lalu dia mengatakan ada dan secara diam-diam dirinya menunjukkan sasaran.

“Setelah itu Lan dan Jumali bersama komplotannya melancarkan aksinya. Sedangkan saya tetap berada di rumah dan mendapat bagian Rp600 ribu. Saya hanya kenal dengan Lan dan Jumali pak yang lainnya saya tidak kenal,” ujarnya.

Sekedar informasi, sebelumnya tersangka Romlan alias Eko alias Lan (42), warga Desa Wonotirto, Kecamatan Belitang I, OKU Timur, dan Aladin alias Kancil (40). Keduanya ditangkap di lokasi yang berbeda pada Minggu (10/6/2018), sekitar pukul 03.00 WIB pagi. Karena berusaha melawan keduanya ditembak mati oleh anggota Sat Reskrim Polres OKU Timur.

Selain menembak mati kedua tersangka lainnya Yono (33) Desa Tawang Rejo Kecamatan Belitang 1 OKUTimur dan Jumali (37) Desa Wonotirto Kecamatan Belitang 1 OKU Timur.

Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya melalui Kasat Reskrim, AKP Faisal P Manalu didampingi Kanit Pidum, Ipda Alimin mengatakan, penyergapan terhadap keduanya berawal dari hasil lidik yang dilakukan Unit Opsnal dan Team DF Polda Sumsel terhadap tersangka Jumali, warga Desa Wonotirto, Kecamatan Belitang I, OKU Timur, yang telah tertangkap lebih dulu.

Kemudian Unit Opsnal Polda Sumsel berkoordinasi dengan Satreskrim Polres OKU Timur, lalu dilakukan pengembangan dan berhasil menemukan keberadaan tersangka Romlan. Sayangnya, saat akan ditangkap tersangka berusaha melawan petugas, hingga akhirnya terpaksa ditembak. Romlan alias Eko alias Lan, tewas tewas saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Penangkapan tergadap komplotan perampok sadis ini berdasarkan – LP.B / 03 / V / 2018 / Sumsel / OKUT / Sek.SS.III dan- LP.B / 05 / V / 2018 / Sumsel / OKUT / Sek.SS.III serta- LP.B / 06 / VI / 2018 / Sumsel / OKUT / Sek. BMT

Menurutnya, komplotan ini terakhir melakukan aksi kejahatannya terhadap korban Priyo Wicaksono (33), warga Desa Metro Rejo, Kecamatan Buay Madang, OKU Timur, pada Selasa (05/06/2018). Ketika tu korban sedang memotong sapi, kemudian didatangi oleh lima orang tidak dikenal dan langsung menodongkan senjata api.