Taklukan Australia, Peru Tetap Tidak Lolos ke Fase Knockout

Foto : istimewa

KABAROKUTIMUR.COM – Duel sengit terjadi pada pertandingan Australia melawan Peru di partai terakhir penyisihan Grup C Piala Dunia 2018, Selasa (26/6/2018) pukul 21.00 WIB di Stadion Fisht, Sochi, Rusia. Pertandingan kedua tim yang berjalan dengan tempo tinggi sejak peluit pertama berbunyi dimenangkan oleh Peru dengan skor akhir 2-0.

“The Socceroos” (julukan tim Australia -red) sangat butuh kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya namun mereka membuang setiap peluang yang mereka miliki. Andre Carrillo membawa Peru memimpin dengan sepakan volinya pada menit ke-18, sebelum Paolo Guerrero menggandakan keunggulan mereka pada menit kelima babak kedua dengan tembakannya dari jarak dekat.

Pada menit ke-18. Andre Carrillo sukses menjebol gawang Australia dengan tembakan first time ke pojok kanan bawah gawang memanfaatkan umpan silang dari Jose Paolo Guerrero. Padahal Peru lebih banyak ditekan pada menit-menit awal, justru berhasil memimpin lebih dulu.

Lalu di menit ke-27, Australia membalas serangan Peru dan nyaris menyamakan kedudukan. Namun sayang tembakan Tom Rogic dari jarak dekat masih bisa dihadang dengan kaki oleh kiper Pedro Galesse dan hanya berbuah sepak pojok.

Kali ini di menit ke-34 Tom Rogic memberikan umpan silang cantik ke depan mulut gawang Peru yang diterima oleh Robbie Kruse. Akan tetapi bola cocoran Kruse berhasil ditepis oleh Christian Ramos sehingga hanya menghasilkan sepak pojok bagi Australia.

Australia masih mendominasi penguasaan bola sebanyak 55 persen dan terus menekan pertahanan Peru hingga menit ke-40. Namun solidnya pertahanan Peru membuat Australia masih gagal mencetak gol penyeimbang kedudukan.

Walau gencar memberikan serangan Australia tetap gagal mencetak gol hingga peluit akhir babak pertama berbunyi. Peru untuk sementara unggul 1-0 saat turun minum.

Memasuki awal babak kedua, Peru merubah strategi permainan dengan melakukan pergantian pemain. Yoshimar Yotun digantikan oleh Pedro Aquino. Peru tampaknya ingin memperkuat sektor gelandang setelah di babak pertama mereka lebih banyak ditekan.

Christian Cueva di dalam kotak penalti memberikan umpan manja ke Kapten tim Jose Paolo Guerrero. Lalu Jose Paolo Guerrero menyambar bola sodoran tersebut sehingga bola yang mengarah ke pojok kiri gawang tak mampu dibendung oleh kiper Mathew Ryan. Membuat Peru menggandakan keunggulan jadi 2-0 di menit ke-50.

Kemudian, setelah tertinggal dua gol tanpa balas, Australia langsung meningkatkan penyerangan untuk mengejar ketinggalan. Hal ini terlihat dengan masuknya dua pemain baru yaitu Tim Cahill dan Daniel Arzani yang masing-masing menggantikan Tomi Juric di menit ke-53 dan Robbie Kruse di menit ke-58.

Dengan masuknya tenaga baru itu mampu membuat serangan Australia lebih efektif dan berbahaya. Mereka terus mengurung pertahanan Peru. Namun hingga menit ke-75, sejumlah peluang gagal berbuah gol karena berhasil diblok oleh pemain-pemain Peru yang langsung turun menjaga jantung pertahanan.

Hingga saat fase akhir babak kedua, Australia yang terus mengendalikan permainan dan terus menekan pertahanan Peru, tetapi tak mampu mencetak gol untuk memperkecil ketinggalan. Australia pun menyerah dengan skor akhir 0-2 dengan hanya mengantongi satu poin membuatnya menjadi juru kunci di Grup C.

Bagi Peru, ini merupakan kemenangan pertama mereka di Piala Dunia sejak 1978, ketika tim asal Amerika Latin itu mengalahkan Iran dengan skor 4-1. Sedangkan bagi Australia, kekalahan ini juga memaksa mereka gagal melaju ke fase knock-out . Di Grup C, yang berhak menemani Prancis adalah Denmark, meski kedua tim hanya bermain imbang tanpa gol di waktu yang bersamaan.

Susunan pemain :

Australia : Mathew Ryan; Josh Risdon, Mark Milligan, Trent Sainsbury, Aziz Behich; Mathew Leckie, Aaron Mooy, Mile Jedinak, Robbie Kruse (Daniel Arzani ’58); Tom Rogic (Jackson Irvine ’72); Tomi Juric (Tim Cahill ’52).

Peru : Pedro Gallese; Luis Advincula, Christian Ramos, Anderson Santamaria, Miguel Trauco; Renato Tapia (Paolo Hurtado ’63), Yoshimar Yotun (Pedro Aquino ’46); Andre Carrillo (Wilder Cartagena ’79), Christian Cueva, Edison Flores; Jose Paolo Guerrero.