Bupati Dukung Program Penataan Sekolah Berasaskan Gotong Royong

KABAROKUTIMUR.COM |OKU TIMUR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur melaksanakan program penataan sekolah berasaskan gotong royong. Melalui program ini diharapkan orang tua wali murid dapat terlibat secara langsung dalam proses pendidikan anak disekolah, salah satunya dengan melakukan kegiatan gotong royong bersama membersihkan lingkungan sekolah.

Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi sangat mendukung terhadap program tersebut. Hal tersebut diungkapkan Bupati OKU Timur saat melaksanakan kegiatan jum’at bersih yang dipusatkan dilingkungan SDN 20 Martapura, bersama Penjabat Sekda OKU Timur, Para Asisten, Kepala OPD, Kadisdikbud, Kabag Ops Polres OKU Timur, Kepala Sekolah beserta dewan guru serta masyarakat sekitar dan orang tua/wali siswa.

“Sesuai dengan UU No 20 tahun 2003 tentang sistim pendidikan nasional keberhasilan pendidikan akan terlihat dari sinerginya pemerintah, masyarakat dan orang tua/wali murid. Kondisi saat ini yang mengharuskan penataan sekolah berasaskan gotong royong, dimana orang tua murid terlibat dalam proses pendidikan,” kata Kholid.

Lalu lanjut Kholid, pelajar tidak hanya diberikan pendidikan disekolah saja, tetapi juga harus diiringi dengan pendidikan dirumah. Guru memberikan materi disekolah sedangkan orang tua memberikan praktek dirumah, terutama dalam pembentukan karakter dan kepribadian terhadap anak.

“Semoga kegiatan gotong royong disekolah ini bisa ditularkan kepada sekolah-sekolah lain, karena jika semua sekolah di Kabupaten OKU Timur sudah menjalankan program ini, saya yakin akan menjadikan pendidikan di OKU Timur yang sangat bagus sekali bahkan tidak ketinggalan dengan pendidikan di daerah pulau Jawa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur Drs M Ali MM mengatakan, Penguatan Tri Tunggal (Pemerintah, masyarakat, orangtua/wali murid) Pendidikan merupakan pintu masuk untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing, serta untuk mendorong sinergi tiga pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga (orang tua), serta komunitas (masyarakat) agar dapat membentuk suatu ekosistem pendidikan yang baik. Karena selama ini ketiganya seakan berjalan sendiri-sendiri, padahal jika bersinergi dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

“Diharapkan dengan adanya penataan sekolah berasaskan gotong royong dapat membuat sekolah semakin menguat. Dimana sekolah berperan menjadi sentral, dan lingkungan sekitar dapat dioptimalkan untuk menjadi sumber-sumber belajar. Karena kesuksesan pendidikan akan berhasil apabila sinergi antara sekolah, orang tua dan pemerintah sudah berjalan dengan baik,” jelasnya.

Kemudian, saat ini seluruh sekolah di Kabupaten OKU Timur sudah sekitar 10 persen telah melaksanakan program penataan sekolah berasaskan gotong royong. Bahkan sejak tanggal 1 Maret lalu, dirinya sudah mengintruksikan kepada semua sekolah yang ada di OKU Timur untuk melaksanakan kegiatan gotong royong bersama dalam membersihkan lingkungan sekolah setiap hari Sabtu pada Minggu pertama setiap awal bulan. Hal ini dilakukan agar kebersiahan dan kenyamanan lingkungan sekolah dapat terus terjaga.

“Himbauan kita agar semua sekolah terus berbenah dan terus meningkatkan kebersihan serta kenyamanan lingkungan sekolah. Karena, jika lingkungan sekolah bersih dan nyaman tentu siswa yang belajar juga akan nyaman dalam mengikuti pelajaran,” pungkasnya.