Petani Karet Kian Menjerit, Pemerintah Harus Segera Beri Bantuan, Berikut Ini Penyebabnya…

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Memasuki musim kemarau, petani karet di Kabupaten OKU Timur semakin terpuruk. Hal ini disebabkan hasil getah karet yang semakin menurun akibat musim kemarau yang dibarengi dengan musim gugur daun karet, ditambah lagi dengan harga yang makin terpuruk yang mengalami penurunan hingga 50 persen.

Menurut penuturan Deni, salah satu petani Karet di Desa Margomulyo, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur ketika dikonfirmasi Rabu (1/8/2018) harga yang semakin anjlok membuat petani semakin enggan untuk melakukan penyadapan karena antara hasil dengan biaya operasional tidak sesuai bahkan terkadang harus menutupi dari usaha lain. Lanjut Deni, biasanya hasil getah karet dari kebunnya seluas satu Hektare (Ha) lebih bisa mencapai hingga 100 Kilogram. Namun sejak musim kemarau kebun miliknya hanya mampu menghasilkan getah karet sebanyak 50 Kilogram.

“Harga juga saat ini mengalami penurunan menjadi Rp.6.000 hingga Rp 7.300 per kilogram. Sebelumnya harga mencapai hingga Rp. 7.500 hingga Rp. 8.000 Per kilogram,” katanya.

Sementara itu ditempat terpisah, Eko (41), salah satu pengumpul karet di Kecamatan Belitang II  membenarkan  produksi getah karet mereka menurun dan harga getah juga tidak stabil yang mengakibatkan perekonomian disini sulit.

“Dengan menurunnya hasil getah dan harga, sejumlah petani mulai enggan dan membiarkan tanaman karet mereka tidak disadap karena hasilnya tidak bisa menutupi biaya operasional. Bahkan, beberapa pengusaha karet saat ini mulai mencari pekerjaan sambilan secara serabutan untuk menutupi kebutuhan biaya pendidikan dan biaya rumah tangga,” pungkasnya.