Kondisi Cuaca Mempengaruhi Harga Jagung

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Musim panen jagung masih berlangsung sekitar beberapa minggu lagi, membuat hasil panen membanjiri pasar. Hal tersebut menyebabkan harga Jagung di Kabupaten OKU Timur sejak satu minggu terakhir mengalami penurunan menjadi Rp. 3.700 per kilogram. Sebelumnya, harga jagung sekitar Rp. 3.800 per kilogram. Harga tersebut terus mengalami kenaikan dan penurunan seiring dengan kondisi cuaca dan hasil panen.

Menurut Cikwan, Warga Desa Negeriratu ketika diwawancarai, Kamis (9/8/2018), dirinya memprediksi kenaikan akan segera terjadi karena musim panen akan berakhir. Namun untuk saat ini, harga jagung mengalami penurunan, disebabkan karena saat ini musim panen masih berlangsung.

“Kalau untuk harga saat ini cukup stabil. Namun dibandingkan sebelumnya mengalami penurunan. Tahun ini harga jagung cukup bagus meskipun terjadi fluktuatif harga. Petani tentunya berharap agar harga terus mengalami kenaikan dan stabil sehingga kesejahteraan petani bisaa tercapai,” katanya.

Namun lanjut kata dia, meskipun harga saat ini cukup stabil namun hasil panen mengalami penurunan yang disebabkan karena kondisi cuaca yang tidak menentu yang mempengaruhi hasil panen jagung. Dirinya juga berharap agar harga jagung terus bertahan dan tidak mengalami penurunan hingga ke level terendah Rp. 2.500 per kilogram seperti beberapa tahun sebelumnya.

“Harga memang tinggi saat ini. Namun hasil panen mengalami penurunan yang disebabkan oleh cuaca,” pungkasnya.

Sementara itu, Darno petani lainnya menyampaikan, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat penurunan hasil panen tahun ini cukup besar. Saat ini kata dia, satu Hektare (Ha) lahan jagung hanya mampu mendapatkan hasil sekitar lima ton. Sedangkan jika kondisi normal dan cuaca bagus dalam satu hektare bisa mencapai delapan hingga sembilan ton.

“Meski hasil menurun, namun petani masih sumringah karena harga yang cukup tinggi. Mudah-mudahan tidak ada permainan sehingga membuat harga kembali jatuh,” tutupnya.