Pencalonan Legislatif di OKU Timur Dipenuhi Wajah Lama

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) OKU Timur, mengumumkan hasil penetapan Daftar Calon Sementara (DCS). Sebelumnya, calon yang terdaftar sebanyak 270 orang, sedangkan yang lulus 256 orang. Dari daftar DCS ini, hampir 95 persen anggota DPRD OKU Timur yang menjabat saat ini kembali mencalonkan. 45 anggota DPRD OKU Timur yang menjabat saat ini hanya dua orang yang tidak mencalonkan lagi karena beralih ke DPRD Sumsel dan DPR RI.

Setelah memberikan pengumuman hasil penetapan DCS, KPUD OKU Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 dan DSC Pemilu 2019. Rapat yang dihadiri Partai Politik (Parpol), PPK, Disdukcapil, pihak Rumah Tahanan (Rutan) tentang TPS Khusus ini mengumumkan sebanyak 256 orang calon yang terdaftar dalam DCS.

Menurut, Ketua KPUD OKU Timur Rialdi SSos didampingi komisioner divisi teknis Sunarto SP mengatakan, ke 14 calon tersebut gugur atau tidak masuk DCS karena mereka tidak melengkapi berkas dan persyaratan.

“Awalnya terdapat 270 calon kemudian 14 calon tidak memenuhi syarat dan dinyatakan gugur karena tidak melengkapi berkas persyaratan. Ke 14 calon tersebut sebanyak 9 orang dari PDI Perjuangan, Partai Hanura 3 orang, dari PKB dan partai Golkar masing-masing 1 orang,” kata Rialdi saat dikonfirmasi di ruang Bina Praja II Pemkab OKU Timur pada Senin (13/8/2018).

Lalu lanjutnya, ke 256 DCS yang diumumkan tersebut tersebar untuk 5 daerah pemilihan (Dapil) yang ada di OKU Timur. Dimana setiap partai telah memenuhi kuota calon di lima Dapil yang ada. Dari total 256 DCS terbagi dari 274 laki-laki dan 182 orang perempuan.

“Untuk jumlah calon terbanyak berasal dari Partai Herindra, PPP dan Partai Nasdem masing-masing 45 orang dan calon terendah dari Partai Garuda sebanyak 8 orang,” jelasnya.

Dikatakan Rialdi, materi yang disampaikan mengenai Daftar Calon Sementara (DCS) Bakal Calon Legeslatif (Bacaleg) pada Pemilu 2019 mendatang. Jumlah DPS Hasil Perbaikan sebanyak 470.431. Pihaknya memperkirakan DPS akan mengalami perubahan ketika ditetapkan menjadi DPT, karena akan ada DPT Penambahan dan DPT Khusus

“Untuk DPS, diharapkan agar Disdukcapil memberikan data warga yang sudah melakukan perekaman e-KTP. Karena kalau datanya tidak diserahkan, maka tidak akan masuk dalam DPT,” pungkasnya.

Komisioner KPUD OKU Timur, Yuliansyah menambahkan, bagi warga yang sudah masuk dalam daftar pemilih namun tidak memilik Nomor Induk Kependudukan (NIK), maka yang bersangkutan tidak bisa menyalurkan hak suaranya pada Pemilu 2019.

“Jika masyarakat tidak memiliki NIK, maka nanti namanya akan kita coret dan tidak boleh memilih pada Pemilu tahun depan,” tegasnya.

Sementara, Komusioner Panwaslu OKU Timur, Beny Tenagus, berharap pada tahap penetapan DPT nanti tidak ada lagi permasalahan. Jadi, imbaunya, segala sesuatu yang dapat mengakibatkan permasalahan harus diminimalisir.

“Penetapan DPT harus diselesaikan dengan baik, jangan sampai ada masyarakat yang sudah berhak memilih namun tidak masuk dalam daftar pemilih pada Pemilu 2019,” katanya mengingatkan.