Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba, Keluarga Sambut Dengan Isak Tangis

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Jamaah haji kloter pertama asal OKU Timur tiba dihalaman Pemkab OKU Timur. Terlihat sebanyak 212 jamaah haji yang turun dari bus disambut keluarga dengan isak tangis bahagia. Bahkan jamaah langsung dipeluk dan dirangkul oleh sanak keluarga. Kedatangan jemaah haji tersebut disambut langsung oleh Bupati OKU Timur HM Kholid MD didampingi Wakil Bupati Fery Antoni dan Kakankemenag OKU Timur H Abdul Rosyid sekitar pukul 09:15 WIB Selasa (28/8/2018).

Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia karena pelaksanaan haji dapat berjalan dengan lancar, serta dirinya juga sangat mengapresiasi kepada jamaah yang telah menjaga dan mampu membawa nama baik Kabupaten OKU Timur.

“Selamat datang para tamu Allah, semoga tetap sehat dan mudah-mudahan mendapatkan predikat haji yang barur,“ ungkapnya.

Kholid berharap, jamaah haji yang baru kembali dari tanah suci Mekkah agar terus meninggkatkan ketaqwaan dan kesholehan serta menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat.

“Semoga ibadah yang telah dilakukan dapat memberikan nilai positif terutama mental spiritual masyarakat dan lingkungan sekitar,” harapnya.

Sementara, Kakankemenag OKU Timur Abdul Rosyid menambahkan, dari tiga kloter jamaah haji asal OKU Timur yang diberangkatkan, baru kloter pertama yang tiba di halaman Pemkab OKU Timur, jumlah jema’ah haji pada kloter pertama ini sebanyak 180 jamaah haji yang tiba dari sebelumnya berjumlah 212 jama’ah, 31 orang sudah dijemput keluarganya dibandara Palembang dan satu jamaah meninggal dunia yaitu atas nama Siti Aisyah asal Desa Liman Sari, Kecamatan Buay Madang Timur.

“Kloter pertama berjumlah 212 orang jema’ah haji, namun 31 orang jema’ah haji sudah dijemput oleh keluarganya di bandara Palembang dan satu jamaah meninggal dunia. Kita juga menghimbau kepada keluarga jamaah haji agar kiranya dapat mengambil tas/ koper besar di Kantor Kementerian Agama dengan syarat membawa paspor jamaah haji yang tujuannya agar tidak terjadi pertukaran atas kepemilikan tas / koper jamaah,” katanya.