Ketua Komisi IV Lakukan Sidak ke RSUD Martapura, Berikut ini Hasilnya…

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Untuk memastikan pelayanan Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten OKU Timur berjalan dengan baik dan lancar, Ketua komisi IV DPRD OKU Timur, Fenus Antonius SE, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di RSUD Martapura. Dirinya menyampaikan berdasarkan hasil Sidak yang dilakukan pihaknya ke RSUD Martapura, sudah terlihat ada perubahan yang signifikan dan lebih baik dari sebelumnya.

Seusai Sidak Ketua komisi IV tersebut memaparkan, sidak yang dilakukan saat ini terkait progres sidak yang lalu apakah pelayanan RSUD Martapura sudah ada prubahan apa belum.

“Ada perubahan, ini suatu kebanggaan dan tentu bermanfaat bagi masyarakat. Ini juga bukti keseriusan tenaga medis dalam menjalankan tugas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di OKU Timur,” kata Fenus, saat melakukan Sidak di RSUD Martapura, Kamis (30/8/2018).

Dikatakan Fenus, jika Sidak yang dilakukan tersebut untuk memastikan ada penambahan atau tidak terhadap anggaran RSUD Martapura, baik pada APBD Perubahan maupun APBD Induk.

“Selama ini kita sudah mengetahui kesusahan rumah sakit. Oleh karena itu, sebagai wakil rakyat saya ingin mengetahui secara langsung dengan melakukan Sidak. Hasilnya, memang ada yang sangat besar dan lebih baik, mulai dari pelayanan, peralatan dan tenaga medisnya,” jelasnya.

Selain itu dia juga berharap kepada pihak RSUD Martapura untuk tetap bertahan seperti ini bahkan bisa meningkatkan lagi mutu pelayanan. “Saya percaya kepada Direktur RSUD Martapura bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Sehingga apa yang diharapkan oleh masyarakat dapat terwujud dan dinikmati,” harapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Martapura, Dr Dedy Damhudy mengaku, pihaknya sudah melakukan pelayanan yang maksimal kepada pasien. Akan tetapi kata dia, masih ada kekurangan baik SDM-nya maupun sarana dan prasarana.

“Kita berharap dukungan dari Pemda dan DPRD OKU Timur, untuk melakukan tambahan anggaran guna melengkapi SDM dan sarana prasarana yang kurang,” ungkapnya.

Lanjut Dedy, SDM yang dibutuhkan diantaranya, dokter spesialis yang belum standby 24 jam dalam seminggu, belum ada gedung rawat inap karena pengerjaannya belum selesai. Selain itu, belum terakreditasinya RSUD Martapura dengan BPJS, serta beberapa kekurang lainnya.

“Tapi, karena biaya yang dibutuhkan cukup besar, jadi akan dilakukan secara bertahap. Sekarang RSUD Martapura tipe D, dan akan berusaha ditingkapkan menjadi tipe rumah sakit,” pungkasnya.