Modus Penipuan Pencatutan Nama Kembali Terjadi, Kali Ini Atas Nama Kakanmenag OKU Timur

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Berbagai macam modus penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Seperti baru-baru ini terjadi kembali modus penipuan dengan mencatut nama Kepala Kemenag OKU Timur, H Abdul Rosyid SAg.MM. Oknum penipuan tersebut menyampaikan pesan penipuan melalui Short Message Service (SMS ) untuk menghubungi Kepala Kemenag OKU Timur dan lainnya. Pesan tersebut berisikan pemberian bantuan pembangunan masjid, madrasah, beasiswa untuk siswa-siswi madrasah berprestasi.

Ini contoh sms yang mereka berikan kepada pihak pengurus masjid. Asslamualaikum selamat pagi dengan segala hormat ini kami dengan pak mahmud dari kantor kemenag kabupaten OKU Timur ini tadi bapak terima rekomendasi bahwa untuk ketua pengurus masjid diminta ijin waktunya untuk menghubungi bapak kemenag Kabupaten yaitu bapak H Abdul Rosyid, S.Ag.MM hubungi sekarang ada hal penting ada  yang disampaikan hubungi no hp 081241712811.

Kepala Kemenag OKU Timur, H Abdul Rosyid S. Ag. MM mengimbau, kepada pengurus masjid, madrasyah, dan masyarakat untuk mewaspadai modus kejahatan penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Agama. Masyarakat atau pengurus masjid dan Madrasyah sebagai calon korban penipuan tersebut, disyaratkan harus menelpon nomor yang mereka berikan terlebih dahulu yang mengatasnamakan Kakanmenag OKU Timur. Namun setelah dicek oleh staf Kemenag nomor tersebut bukan milik Kakanmenag OKU Timur.

“Sebab dalam beberapa hari terakhir saya menerima telpon beberapa kali dari masyarakat yang mengatakan mendapatkan pesan singkat telepon genggam dari seseorang yang mengatasnamakan Kemenag OKU Timur mereka mendapatkan bantuan,” kata Rosyid.

Dirinya juga mengingatkan, harus tetap waspada bentuk penipuan lainnya seperti contoh dengan menggunakan surat resmi mengatas namakan Kementerian Agama. Padahal Kemenag OKU Timur tidak pernah menyampaikan surat edaran melalui situs web atau surat seperti yang banyak beredar saat ini berupa pemberian bantuan.

“Kalau  Kemenag OKU Timur memberikan bantuan maka tentu akan dilakukan verifikasi dan permintaan data, bukan berupa SMS dan memberikan no HP,” katanya.

Untuk itu, kata Rosyid ini menekankan, masyarakat tidak usah tergiur dengan iming-iming bantuan dari pihak yang tidak bertanggungjawab itu yang telah mengatasnamakan Kemenag, untuk bantuan madrasah, masjid, beasiswa dan sebagainya. Masyarakat ajaknya lagi, benar-benar mewaspadai jangan sampai tertipu karena ini adalah penipuan. Jika ada bantuan resmi dari Kemenag OKU Timur itu pun akan diberitahu dan turun ke lapangan.

“Kalau ada bantuan untuk madrasyah atau masjid terkait maka akan dikunjungi dulu termasuk verifikasinya. Oleh karena itu masyarakat tidak perlu melayani iming-iming pemberian bantuan lewat telepon atau sms karena bantuan tersebut diyakini tidak ada,”katanya.

Lalu lanjut Rosyid, jika pengurus masjid dan masyarakat menerima surat pemberitahuan pemberian bantuan atau surat edaran sejenis yang meragukan itu dapat melalukan tindakan sebagai berikut, pertama, tidak memberikan respon, kedua jangan mengungkapkan data pribadi atau data keuangan kepada siapa pun yang tidak dikenal atau dipercaya.

“Waspadai terhadap informasi dari alamat akun yang bukan resmi milik lembaga, dan konfirmasikan dan koordinasikan dengan menghubungi bagian yang bersangkutan untuk menanyakan kebenaran surat yang diterima, dan no Hp yang diberikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Muhammad Arifin salah satu pengurus mushola Darul Maarif Desa Tumi Jaya, Kecamatan Jayapura yang mendapatkan SMS oknum yang mengatasnamakan Kakankemenag OKU Timur menambahkan, awalnya dirinya menerima pesan singkat melalui SMS yang mengatasnamakan Mahmud dari pegawai Kemenag OKU Timur. Pesan tersebut menyampaikan bahwa pengurus masjid mendapatkan bantuan dari Kemenag OKU Timur dan diminta segera menghubungi Kakankemenag.

“Untuk memastikan kebenarannya, saya menanyakan langsung kepada salah satu pegawai Kemenag, namun setelah ditanya pegawai kemenag tidak ada yang nama mahmud, dan ini diduga oknum penipuan untuk itu saya langsung abaikan. Kita berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran agar tidak menjadi korban penipuan dan segeralah tanyakan langsung ke kemenag jika ada sesuatu yang mengatasnamakan lembaga,” harapnya.