Diduga Terdapat Pungli di Pasar Rawabening, Wabup Lakukan Sidak

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Terkait dengan adanya laporan masyarakat prihal dugaan pungutan liar (pungli) terhadap lapak pedagang di pasar sementara Rawa Bening yang berada di lapangan sepak bola Desa Srikaton, Kecamatan Buay Madang Timur, Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni, SE bersama rombongan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak). Rombongan Wabup bertatap muka langsung kepada pedagang guna memastikan kebenaran adanya dugaan pungli lapak pedagang.

Menurut Wakil Bupati Fery Antoni SE, seusai melakukan sidak, Senin (24/9/2018) mengatakan, pihaknya sengaja melakukan sidak bersama Disdagrin, Camat Buay Madang Timur, Kapolsek, Danramil dan Kasat Pol PP terkait adanya laporan masyarakat yang diduga melakukan pungli terhadap biaya lapak padagang pasar sementara Rawabening.

“Namun setelah kita ke pasar ternyata tidak ditemukan adanya pungli tersebut. Pedagang hanya dikenakan uang retrebusi kebersihan saja,” katanya.

Selain itu, Wabup menegaskan kepada semua padagang bahwa lapak yang ditempati pedagang untuk berjualan semuanya gratis dan tidak dupungut biaya apapun dari pemerintah daerah, kecuali pungutan yang sudah ada di Peraturan Daerah (Perda) seperti restribusi kebersihan pasar dan parkir kendaraan pedagang.

“Jika pedagang ada yang dipungut biaya lapak silahkan lapor, kita akan tindak tegas oknumnya. Saya pesankan kepada Kades dan Dinas terkait untuk melakukan pengawasan kepada pedagang agar tidak adanya pungli kepada pedagang,” jelasnya.

Dirinya juga berharap, kepada semua masyarakat dan pedagang agar bisa bersabar dengan dipindahkannya pasar Rawabening ini karena lokasi pasar dalam tahap proses pembangunan agar lebih baik lagi. Sedangkan untuk menjaga keamanan dilokasi pasar, masyarakat diharapkan bisa menjaga secara bersama-sama.

“Semoga dengan dibangunnya pasar Rawabening ini nantinya diharapkan proses transaksi jual beli masyarakat bisa lebih baik serta semua pedagang dan masyarakat yang bertansakasi bisa lebih nyaman,” harapnya.

Sementara itu, Mirsah (42) salah satu pedagang, dirinya mengaku, sudah lama berjualan di pasar rawa bening, saat direlokasi ke tempat yang baru, tidak ada pungutan selain uang kebersihan. Untuk saat ini kondisi pasar memang belum kondusif karena baru pindah. Mungkin beberapa hari kemudian akan kembali normal seperti biasanya.

“Pedagang dari pasar Rawabening sudah dapat tempat yang sudah disediakan. Tetapi ada yang belum memasang atap untuk mereka berjualan. Sedangkan untuk masyarakat sekitar desa srikaton yang baru ingin berdagang sebagian dari mereka ada yang masih mencari tempat baru,” pungkasnya.

Lalu lanjutnya, ia mengetahui bahwa revitalisasi pasar Rawabening membutuhkan waktu sekitar tiga bulan lebih. Tidak masalah dengan waktu yang lama tetapi kata dia yang penting ada tempat sementara untuk berdagang yang aman serta kondusif, karena jika pasar aman dan kondusif pengunjung juga nyaman untuk melakukan transaksi jual beli.

“Untuk pengunjung, sebagian masih belum ada yang tahu, mungkin sehari atau dua hari nanti akan kembali normal. Serta untuk pembangunan semoga berjalan lancar sehingga tidak molor pengerjaannya,” ujarnya.

Sedangkan, Ida (53) pedagang lainnya menyampaikan, meskipun pindah lokasi namun transaksi jual beli masih belum ramai seperti biasanya. Dirinya berharap supaya pengunjung tetap ramai.

“Ya harapan kita pembangunan pasar bisa rampung sesuai waktu agar pedagang lebih maju berjualan dengan bangunan yang baru, serta pembeli juga terasa nyaman saat belanja,” pungkasnya.