Pemkab OKU Timur Larang Keras Warung-warung yang Berdampak Negatif

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Menindaklanjuti akan adanya laporan dari masyarakat bahwa terdapat warung remang-remang di Kecamatan Belitang III, yang sangat meresahkan masyarakat. Wakil Bupati (Wabup) OKU Timur Fery Antoni SE, didampingi Kasat Pol PP Drs Vikron Usman, pada Senin (24/9/2018) mendatangi dan menggerebek warung remang-remang yang buka setiap malam di sejumlah lokasi.

Kedatangan orang nomor dua di Bumi Sebiduk Sehaluan ini sontak membuat geger penghuni dan pengunjung warung remang-remang. Bahkan ada pengunjung yang berusaha kabur dari kejaran anggota Sat Pol PP sehingga sempat terjadi aksi kejar-kejaran.

Menurut Wakil Bupati OKU Timur, Fery Antoni SE mengatakan, setelah mendapat laporan dari masyarakat dirinya bersama tim mendatangi lokasi hiburan malam yang sudah meresahkan masyarakat. Warung remang-remang itu berada di Desa Kutosari, Desa Nusa Raya, Nusa Tunggal, Kecamatan Belitang III.

“Kita sengaja turun kelapangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat atas maraknya warung remang-remang yang beroperasi hingga larut malam dengan menjual Minuman Keras (Miras) dan tuak serta menyediakan pelayan perempuan untuk menarik perhatian pengunjung dan ini sangat meresahkan masyarakat,” jelas wabup.

Lalu lanjut kata Fery, setelah berada di lokasi tim langsung menggeledah warung remang-remang dan berhasil menemukan puluhan Minuman Keras (Miras) berbagai merek dan Derigen berisi Tuak serta didapati juga beberapa wanita penghibur dan pengunjung serta pemilik beberapa warung remang-remang yang ada di kecamatan itu. Kemudian pemilik tempat usaha ilegal ini bersama wanita penghibur dan pengunjung diserahkan ke Polsek Belitang III, untuk didata dan dilakukan pembinaan serta diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Pemkab OKU Timur sudah berkomitmen untukemberantas dan melarang keras bentuk prostitusi apapun dan kita tidak akan memberikan toleransi karena keberadaan warung remang-remang ini banyak dampak negatif dan sering menjadi pemicu terjadinya aksi kejahatan karena pemakaian yang berlebihan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sukatmin salah satu pemilik warung remang-remang mengatakan, dirinya mengakui usaha warung tuak yang dijalankannya tersebut telah dibuka sejak empat bulan lalu dengan menyiapkan tiga orang pelayan perempuan yang digaji dari hasil persenan dari penjualan minuman tuak tersebut.

“Kita buka setiap hari dan tutup hingga pukul 23.00 WIB. Disini kita hanya menyediakan minuman dan tidak memakai musik,” jelasnya.

Sedangkan, R1 (17) salah satu pelayan warung mengatakan, dirinya bekerja diwarung remang-remang milik Sukatmin sudah selama tiga bulan. Bahkan lanjut kata dia, sebelumnya warung tempat ia bekerja sudah dua kali kena gerbek.

“Tugas kita hanya menemani dan menuangkan minuman kapada pengunjung. Serta merayu pengunjung untuk terus menambah minuman, karena semakin banyak pengunjung minum maka semakin banyak juga persenan gaji kita. Karena sulitnya mencari kerja ya saya terpaksa tetap bertahan kerja disini,” katanya.

Ditempat terpisah, Kapolsek Belitang III Iptu Aston Sinaga menuturkan, pihaknya sudah berkali-kali memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak membuka warung remang-remang. Bahkan masih kata dia, tidak sedikit warung yang sudah dibubarkan akan tetapi mereka masih tetap membuka dan berpindah tempat.

“Sebenarnya jika masyarakat hanya menjual tuak saja tidak masalah, Namun jika sudah ditambah miras dan menyiapkan pelayan wanita tentu ini membuat masyarakat resah dan kita terpaksa melakulan tindakan. Semuanya akan kita data dan kita proses sesuai kesalahan dan hukum yang berlaku,” pungkasnya.