Camat Belitang Bongkar Prostitusi Berkedok Rumah Makan

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Untuk menindaklanjuti perintah dari Wakil Bupati Fery Antoni kepada seluruh camat, agar wilayah OKU Timur bebas dari praktek prostitusi, Camat Belitang Ikra Sentana dan anggota Satpol PP langsung melakukan penggerebekan. Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat kalau terdapat prostitusi berkedok rumah makan yang berada di Ruko Desa Triyoso, Kecamatan Belitang.

Menurut Camat Belitang Ikra Sentana, saat diwawancarai oleh wartawan mengatakan,  setelah dilakukan penggerebekan  terdapat dua orang wanita yang diduga satu orang dari mereka adalah wanita panggilan. Setelah itu, pihaknya bersama anggota Satpol PP masuk ke warung makan tersebut memang semuanya terlihat biasa saja tidak ada tanda-tanda dijadikan lokasi prostitusi.

“Namun setelah di periksa di lantai atas, terdapat bilik kamar yang digunakan sebagai tempat mesum. Kemudian di tempat tersebut ada dua orang yang menunggu, satu bernama Sri yang biasa masak kalau ada orang pesan makanan atau minuman,” katanya.

Lalu lanjutnya, sebelumnya hanya ada satu wanita namun selang beberapa saat ada salah satu wanita yang datang bernama Eka. Ketika ditanya Eka mengatakan kalau dirinya penunggu ruko. Namun dugaan kuat perempuan tersebut merupakan wanita panggilan. Lalu masih kata Ikra, warung tersebut diketahui milik Sumilah warga Kecamatan Belitang III namun pada saat penggerebekan pemilik warung tidak ada.

“Kita saat datang dilokasi prostitusi tersebut memang hanya menukan dua orang saja, karena disitu wanitanya bersifat panggilan,” jelasnya.

Sementara itu, Eka (45), salah satu wanita yang ada di warung tersebut mengatakan, kalau dirinya hanya menunggu ruko tersebut. Kemudian dirinya juga membenarkan kalau ditempat tersebut digunakan sebagai tempat prostitusi dan menyediakan dua wanita yang siap melayani laki-laki hidung belang.

“Saya ini hanya penunggu warung makan dan kopi saja ini pak, kalau wanita yang disediakan memang ada dua orang yang siap melayani laki-laki hidung belang,” ucapnya.

Kebanyakan lokasi tersebut, lanjut kata Eka, hanya sering dijadikan sebagai penyewaan tempat saja. Jadi para laki-laki hidung belang tersebut membawa wanita dari luar dan melakukan aksi mesum di warung tersebut.

“Kalau di sini hanya ada dua wanita yang disiapkan, kebanyakan laki-laki yang membawa wanita dari luar. Kita hanya menyediakan tempat untuk mesum,” ujarnya.

Selanjutnya, kedua wanita tersebut disuruh untuk melakukan surat pernyataan serta ditandatangani agar tidak mengulangi perbuatan yang sudah dilakukannya selama ini.

“Saya janji pak saya tidak akan mengulangi perbuatan saya ini pak,” tandasnya.