Musim Kemarau Petani Beralih Tanam Kangkung

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Untuk mengantisipasi kekurangan air saat musim kemarau sebagian petani padi di Kabupaten OKU Timur mengalih fungsi lahan untuk menanam Kangkung Cabut. Hal itu menepis anggapan bahwa saat musim kemarau tiba, petani tidak selalu identik dengan kesulitan untuk bercocok tanam terutama di areal pertanian.

Menurut Udin Tamong (45) salah satu petani warga Kebun jati, Kelurahan Paku Sengkunyit, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur saat dibincangi wartawan mengatakan, ketika musim penghujan biasanya dirinya menanam padi. Akan tetapi, saat musim kemarau air dilahan sawahnya berkurang. Sehingga dirinya memanfaatkan lahannya untuk menanam kangkung cabut.

“Saat musim kemarau tiba, saya manfaatkan lahan untuk menanam kangkung. Hasilnya juga cukup lumayan untuk menambah penghasilan ekonomi sehari-hari,” katanya, Kamis (11/10/2018).

Lalu lanjut kata udin, dirinya memilih untuk menanam kangkung cabut ini karena dari proses penanaman hingga proses panen waktunya tidak terlalu lama. Sehingga saat musim tiba ia tidak kesulitan untuk menanam padi kembali.

“Kangkung cabut yang kita tanam ini waktunya tidak terlalu lama, pada saat usia nya sudah mencapai 21 hari kangkung yang kita tanam ini sudah bisa kita panen,” ujarnya.

Selain itu dirinya menambahkan, hasil kangkung dipetik tiga hari sekali, serta hasil panennya tergolong baik. Dalam satu pekan mendapat hasil puluhan ikat kangkung. Harga kangkung pun saat ini sedang mengalami kenaikan.

“Harga kangkung juga sedang naik. Para tengkulak saja berani membeli Rp 750 per ikat. Harga ini naik ketimbang tahun lalu yang hanya Rp 500 per ikat. Bahkan saat ini sampai ada yang menjual Rp 1.000 per ikat,” tambahnya.