Upal Mulai Beredar di OKU Timur

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Peredaran Uang Palsu (upal) belakangan ini mulai marak di Kabupaten OKU Timur. Pedagang Pasar Gumawang Belitang mengaku resah dan rugi dengan maraknya uang palsu yang beredar sejak tiga hari terakhir. Pasalnya, mereka mendapatkan uang palsu dari orang yang tidak dikenal. Uang palsu yang beredar adalah pecahan Rp100.000. Bentuk uang palsu tersebut juga nyaris sama persis dengan uang asli, sehingga pedagang tidak dapat membedakannya.

Menurut Samsiyah warga desa Kuto Sari Kecamatan Belitang III kabupaten OKU Timur saat diwawancari wartawan Minggu ( 14/10/2018) mengatakan, dirinya merupakan pedagang tempe di pasar Gumawang Kabupaten OKU Timur harus menerima kenyataan bahwa mendapat pecahan uang palsu dari salah satu konsumenya. Kejadian itu berawal ketika dirinya sedang mengantar pesanan tempe ke salah satu rumah makan yang berada di gumawang. Serta seketika itu pula dirinya dihentikan dari laju kendaranya oleh seorang ibu dengan membawa anaknya dengan modus membeli tempe.

“Kejadian ini terjadi sekitar tiga hari yang lalu saat saya mengantar pesanan tempe disalah satu rumah makan di gumawang tepatnya didepan sekolah Metodis sekitar pukul 05:35 WIB seketika itu salah seorang ibu membeli tempe saya tanpa melihat lebih teliti uang yang ia berikan langsung saya masukan tas,” katanya.

Perempuan yang akrab disebut mbah iyah juga menjelasakan uang yang diberikan dengan nominal Rp 100.000 sedangkan pembeli itu membeli tempe seharga Rp 10.000. Namun, tanpa rasa curiga ia langsung menerima uang pemberian pelaku tersebut dan langsung memberi uang kembalian sejumlah Rp 90.000.

Lalu masih kata Samsiyah, pelaku itu tidak jauh dari sekitaran Gumawang pasalnya kejadian seperti ini tidak hanya terjadi kepada dirinya saja, melainkan juga terjadi pada salah satu pedagang tempe gembos sekitar beberapa bulan yang lalu. Dirinya juga menambahkan sepertinya transaksi dengan uang palsu ini sudah sering dilakukankan pasalnya ibu dengan membawa seorang anak itu dengan rasa santai tanpa ada rasa gugup saat memberikan uangnya.

“Saya belum melapor kepolisi, ya kedepannya saya akan lebih hati hati lagi saat menerima uang pecahan jumlah besar, takut ketipu lagi. Saya jualan nga seberpa untung, eh ketipu tega amad pelaku tersebut cari korban pedagang kecil,” pungkasnya.