Antisipasi Koruptor Sejak Dini, Ini yang Dilakukan Kejari OKU Timur…

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – memberikan pengetahuan hukum kepada siswa dan mencegah munculnya koruptor baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Timur menggelar kelas cegah dini anti korupsi bagi siswa SMP dan SMA yang ada di Bumi Sebiduk Sehaluan. Pada kegiatan ini juga ada sesi tanya jawab dan siswa diberikan soal simulasi tindak pidana, dengan soal ini siswa bisa menjawab tentang hukum. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kejari OKU Timur, Kamis (18/10/2018).

Menurut Kajari OKU Timur Ismaya Hera Wardanie SH, MHum, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) M Alvinda Yudhi Utama SH, MH, mengatakan, kelas cegah dini anti korupsi bagi siswa ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan hukum tentang korupsi bagi siswa sehingga sejak dini siswa bisa mengantisipasi agar tidak terlibat tindak pidana korupsi. Materi yang disampaikan tentang kenakalan remaja dan tentang Pidsus maupun korupsi.

“Kita berharap apa yang kita lakukan ini bermanfaat bagi siswa agar kedepan siswa bisa terhindar baik dari tindak pidana umum maupun korupsi,” ujarnya.

Dia juga menambahkan kegiatan ini akan dilakukan setiap minggu dengan sekolah yang berbeda-beda. Kegiatan ini dapat sambutan positif dari pihak sekolah.Terbukti banyak sekolah bahkan meminta untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh Kejari OKU Timur.

Kelas cegah dini anti korupsi ini menjadi program rutin Kejari OKU Timur dalam rangka memberikan pendidikan dan kesadaran hukum kepada masyarakat. Kegiatan ini diluar program jaksa masuk sekolah, dan kegiatan ini akan dilakukan setiap minggu dengan sekolah yang berbeda-beda,,” ujarnya.

Sementara, Kepala SMP Negeri 2 Martapura Suparjan, S.Pd yang secara langsung mendampingi siswa-siswinya mengikuti kegiatan menambahkan, dirinya sangat menyambut baik adanya kegiatan Kelas Cegah Dini Anti Korupsi yang digagas oleh Kejari OKU Timur. Dimana dirinya berharap melalui kegiatan ini dapat membuka dan menambah wawasan pelajar agar lebih mengetahui tentang hukum.

“Semoga semua siswa dapat mengambil semua ilmu yang disampaikan oleh pemateri, sehingga siswa bisa menambah wawasan dan menghindari perbuatan yang dapat melanggar hokum,” pungkasnya.