Caleg Perempuan Diharapkan Dapat Meningkatkan Peran Serta Dalam Parlemen dan Masyarakat

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Sebanyak 25 Calon Legislatif (Caleg) perempuan dan kader partai politik mendapatkan pelatihan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumatera Selatan yang bekerjasama dengan Dinas PPPA Kabupaten OKU Timur. Selain caleg perempuan se OKU Timur peserta pelatihan juga terdapat pelajar SMA sebagai pemilihan pemula, serta Forum PUSPA sebagai pemilih dewasa. Pelatihan ini dilaksanakan guna meningkatkan keterwakilan perempuan di dalam lembaga legislatif dan kader partai politik dan peran serta dalam ruang lingkup bermasyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Rumah Makan Siang Malam, pada Rabu (24/10/2018).

Menurut Kepala Dinas PPPA Provinsi Sumatera Selatan Hj. Susna Sudarti, SE, MM mengatakan, dalam rangka memberikan peningkatan peran perempuan dalam bidang politik pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya memberikan pemantapan dan tambahan pengetahuan wawasan. Selain itu, memberikan kesempatan pada perempuan agar dapat memotivasi dirinya untuk berperan serta di bidang politik.

“Dengan terselenggaranya kegiatan ini kita berharap semua pemilih dan para caleg perempuan dapat meningkatkan peran serta perempuan dalam ruang lingkup bermasyarakat. Lalu dapat menciptakan tumbuhnya kemandirian dan konsep dari perempuan,” katanya seusai kegiatan pelatihan.

Sementara, Kepala Dinas PPPA OKU Timur Dra Hj Yuniati MM mengatakan, representasi perempuan dalam dunia politik di Indonesia bisa dikatakan minim, namun apabila perempuan dapat memaksimalkan peran dan potensinya maka mereka dapat mengubah dunia. Perempuan memiliki makna yang sangat penting di dunia politik untuk memberikan pemahaman dan menyatukan persepsi tentang pentingnya pembangunan demokrasi yang sehat, adil dan realistis.

“Calon Legislatif khususnya wakil perempuan diharapkan lebih peka dan teliti dalam melakukan pendekatan terhadap masyarakat sebagai konstituen jangan sampai ada kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Serta, partai politik juga hendaknya melakukan upaya peningkatan kualitas bagi caleg perempuan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut kata Yuniati, bagi caleg perempuan di Kabupaten hendaknya tanggap terhadap lingkungan dan dapat dengan mudah bersosialisasi dimanapun berada. Karena tipekal masyarakat di daerah tentunya berbeda dengan masyarakat di kota. Masyarakat di daerah cenderung lebih memperhatikan dan butuh di perhatikan.

“Sebagai Caleg perempuan hendaknya memberikan contoh yang baik bagi lingkungannya dari berbagai aspek kehidupan. Jadilah pendengar yang baik karena ini adalah pembelajaran emosional dalam mendengar dan menyampaikan aspirasi rakyat,” pungkasnya.

Sedangkan Dian Andriani, SE salah satu Caleg dari Partai Nasdem mengatakan kegiatan ini baik diikuti oleh Caleg perempuan, agar caleg perempuan yang selama ini diketahui sebagai kaum minoritas dalam dunia politik semakin semangat tekanan dan keragu-raguan yang sering dilontarkan oleh caleg laki-laki sebagai kaum mayoritas dalam dunia politik dan kepemimpinan.

“Kegiatan pelatihan ini kita banyak mendapatkan wawasan baru karena banyak manfaat yang bisa kita ambil. Serta dengan ini juga kita dapat menunjukkan kepada mereka bahwa perempuan juga patut diperhitungkan dan didengar pendapatnya,” pungkasnya.

Selain itu dirinya juga berharap, dengan adanya kegiatan ini, Caleg perempuan dapat menambah pengetahuan mengenai strategi dalam pemenangan di pileg 2019. Serta hal-hal apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan untuk memenangkan ‘pertarungan’ ini. Sehingga kemenangan yang diraih nanti merupakan kemenangan tanpa kecurangan.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini Caleg perempuan dapat mengetahui peraturan peraturan yang ada. Sehingga pelaksanaan Pileg 2019 nanti berjalan dengan lancar sampai ke tahapan yang terakhir,” harapnya.