149 Data Guru Belum Valid Berdasarkan Aplikasi Simtun

KABAROKUTIMUR.COM | OKU TIMUR – Dari jumlah 2607 guru terdapat 149 data guru yang belum valid berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Tunjangan (Simtun). Kendala data yang belum valid ini karena kurangnya pengetahuan dari pelaksanaan kegiatan serta sarana dan prasarana yang belum memadai. Hal ini membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur mengadakan Sinkronisasi validasi data pokok pendidik (Dapodik) dan sosialisasi regulasi bidang guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Parai Puri Tani, Senin (5/11/2018).

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur Drs M Ali MM saat diwawancarai wartawan mengatakan, data guru yang belum valid berdasarkan aplikasi simtun per tanggal 2 November 2018 berjumlah 149 dari 2607 guru. Ditambah pengawas jadi jumlah total 2653, serta yang sudah terbit Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) sebanyak 2458 sedangkan yang dalam proses usulan sebanyak 2353 guru. Lalu dirinya juga menyampaikan kepada semua kepala sekolah (Kepsek) dilingkungan SD dan SMP agar Sarana Prasarana (Sarpras) untuk operator sekolah diperhatikan dan dilengkapi. Hal ini bertujuan agar segala kepengurusan data-data mengenai pendidikan di Kabupaten OKU Timur bisa dilaksanakan dengan cepat dan valid.

“Selain kerja operator didukung dengan peralatan yang memadai Kepala sekolah juga hendaknya memberikan ruangan khusus untuk operator, bila perlu ruangan operator diberi air conditioner (AC) agar operator bisa bekerja dengan baik dan nayaman. Karena operator merupakan pintu masuk ke Data Pokok Pendidik (Dapodik) untuk semua urusan pendidikan yang bisa menunjang keberlangsungan sekolah dan guru,” katanya.

Lalu, Ali juga meminta kepada semua sekolah untuk memperbaiki sistem pengarsipan berkas disekolah dan data jangan hanya disimpan di laptop saja melainkan harus ada arsip. Sehingga tata kelola arsip bisa lebih baik sehingga jika dikemudian hari ada sesuatu yang dibutuhkan bisa digunakan kembali.

“Menyimpan data jangan hanya di komputer atau laptop saja, namun harus selalu dibuatkan arsip sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan mudah untuk mencarinya,” katanya.

Ali menegaskan, agar guru senantiasa meningkatkan tatakarama dan gaya bahasa yang baik agar bisa dicontoh muridnya. Selain itu, guru merupakan profesi pilihan, maka dari itu guru selalu dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dan berinovasi.

“Kewajiban guru kepada negara harus lebih baik, terlebih sekarang guru sudah ditopang dengan penghasilan yang semakin bagus. Jangan menuntut hak untuk dipenuhi tapi kewajiban terbengkalai,” tegasnya.

Sementara, Bupati OKU Timur HM Kholid MD  saat membuka kegiatan menambahkan, sudah selaknya saat ini melakukan sinkronisasi validasi Data Pokok Pendidik (Dapodik) dan Sosialisasi regulasi bidang guru dan tenaga kependidikan, karena hal ini sangat penting untuk menunjang keberlangsungan pendidikan khususnya di Kabupaten OKU Timur.

“Data ini sangat dibutuhkan untuk validasi kesesuaian dari seluruh jumlah guru berapa yang sudah sertifikasi berapa yang belum. Dampak dari tidak kesesuaian data pada tahun 2016 Pemkab OKU Timur  ada kelebihan bayar sebesar Rp62 miliar. Namun kelebihan bayar itu bisa dibayar dan hak-hak guru terpenuhi,” katanya.

Dikatakan Kholid, menjadi guru merupakan profesi yang bernilai tinggi, dimana karena profesi guru tidak ada yang namanya pensiun. Contohnya meskipun guru tidak mengajar lagi namun ketika bertemu anak muridnya pasti tetap selalu diingat dan menjadi panutan.

“Untuk itu sampai saat ini saya juga tetap menjadi guru dengan selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan agar bisa menjadi contoh yang baik. Semoga kegiatan ini berjalan dan terlaksana dengan baik serta dapat ditindak lanjuti sehingga tujuannya dapat terealisasi sesuai yang diharapkan,” jelas Kholid.