Kuota CPNS Daerah & Instansi Terancam Tak Terpenuhi. BKN : Kebijakan Ada di Pemda & Panselnas

KABAROKUTIMUR.COM – Kuota pegawai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 yang dibuka oleh berbagai instansi dan daerah di Sumsel terancam tak terpenuhi, lantaran banyaknya pelamar tidak dapat memenuhi nilai passing grade yang telah ditetapkan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Menanggapai hal tersebut, kepala Kantor Regional (Kanreg) BKN VII Palembang, Ir Agus Sutiadi mengatakan apabila kuota CPNS yang disediakan tak terpenuhi karena permasalahan passing grade, nantinya akan ada kebijakan langsung dari Panselnas dan pejabat pembina kepegawaian untuk melakukan penyesuaian kebutuhan pegawai.

“Kebijakan ada di panselnas dan pejabat pembina kepegawaian. Kalau melihat hasil tahun lalu akan ada penyesuaian kuota CPNS,” ujar Agus, Selasa (6/11/2018).

Ia menjelaskan, apabila ada penyesuaian untuk formasi CPNS kebijakan tersebut kembali kepada kepala daerah masing-masing.

Apakah akan mengusulkan penyesuaian formasi ke pansel atau tidak.

“Itu kembali lagi kepada kepala daerah masing-masing. Apakah akan mengajukan atau tidak. Kebijakannya di ada di bupati dan panselnas,” tegasnya.

Agus menambahkan, setelah melewati tahapan tes Computer Assisted Test (CAT) Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), para peserta akan melanjutkan tes ke tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang dimana hasil pengumuman akan menjadi keputusan dari panselnas masukan daerah.

“Untuk SKB itu hasil tesnya akan menjadi keputusan bersama, keputusan akhir ada di pusat dengan masukan dari daerah penyelenggara CPNS,” jelasnya.

Sementara, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional (Kanreg) VII Palembang memastikan 100 persen tak akan ada cela bagi pelamar untuk melakukan proses sogokan bermain demi lulus menjadi seorang CPNS.

Hal tersebut dipastikan, lantaran pada proses seleksi CPNS tahun ini pihak BKN benar-benar melakukan proses seleksi superketat demi mendapatkan bibit-bibit pegawai berkualitas.

“Saya jamin tes CPNS 2018 100 persen bebas dari proses KKN. Kalau ada yang
mengaku bisa meloloskan seseorang itu bohong,” ujar Kepala Bidang Informasi Kepegawaian Kanreg VII BKN Palembang, M. Andri Hafif.

Bahkan, proses pencarian para aparatur negara yang berkualitas disuport langsung oleh kepala BKN pusat, Bima Haria Wibisana. Melalui secarik kertas agar para pengawas seleksi CPNS yang ada di Indonesia agar bersabar menghadapi kelelahan, keletihan hingga emosi saat mengawasi tes.

Para pelamar datang dari berbagai daerah, kalangan dan status sosial. Tak ada kegembiraan dirasakan apabila aparatur negara yang berhasil dijaring dari proses seleksi benar-benar berkualitas.

“Ini support dari kepala BKN langsung, sangat bagus untuk membangkitkan lagi motivasi penyelenggara demk mendapatkan bibit CPNS berkualitas,” tegasnya.

Sumber : sripoku.com